Vaksin DB Sudah Ditemukan

MALANG KOTA – Penyakit demam berdarah (DB) selama ini masih menjadi momok bagi masyarakat. Sebab, tidak jarang penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk aedes aegypti ini juga mengakibatkan kematian. Bahkan, pemerintah pun sering menetapkan sebuah wilayah sebagai kondisi luar biasa (KLB) DB.

Untuk mengantisipasi penyakit tersebut, selama ini pemerintah masih mengandalkan pengasapan (fogging) di lokasi-lokasi yang rawan dijadikan tempat berkembangbiaknya nyamuk aedes aegypti. Namun, ke depan, penyakit ini akan bisa ditanggulangi lebih dini dengan cara vaksinasi.

Sebab, saat ini telah ditemukan vaksin DB. Kini uji coba vaksin tersebut masih terus dilakukan. Hal ini seperti yang diungkap Kepala Perwakilan United Nations Children’s Fund (Unicef) Indonesia untuk Jawa Tengah dan Jawa Timur Tubagus Arie Rukmantara saat berdiskusi dengan Jawa Pos Radar Malang Jumat lalu (6/10).

”Vaksin demam berdarah sudah ditemukan dua tahun lalu. Tapi, memang belum banyak yang tahu,” ujar Arie.

Dengan adanya vaksin tersebut, dia menyatakan, masyarakat akan terlindungi dari penyakit DB. Pemerintah juga tidak akan dipusingkan dengan penanggulangan DB. Misalnya penyemprotan sarang nyamuk atau fogging. Bisa jadi cara itu akan dihilangkan.

”Ke depan tidak ada kejadian luar biasa (KLB) demam berdarah lagi,” kata pria yang bekerja di Unicef sejak 2006 silam tersebut.

Tapi, sementara ini, vaksin tersebut belum bisa diproduksi secara masal. Sebab, masih dilakukan pengujian di beberapa negara. ”Vaksin itu sebelum diterapkan kepada masyarakat, ada proses pengujiannya dulu. Setelah itu dilihat hasilnya,” kata pria asal Banten tersebut.

Arie belum bisa memastikan kapan proses pengujiannya tuntas sehingga bisa segera didistribusikan kepada masyarakat. Namun, dia yakin, vaksin DB menjadi solusi penanggulangan DB.

”Kalau diproduksi masal kan murah. Biasanya negara akan memberikan subsidi (biaya produksi vaksin DB),” kata mantan wartawan Jakarta Post tersebut.

Dalam kesempatan itu, Arie juga memaparkan keberhasilan Unicef memvaksin 35 juta anak se-Indonesia dengan imunisasi measles rubella (MR) untuk penyegahan penyebaran penyakit campak dan rubella. Dalam kurun waktu dua bulan (1 Agustus–31 September), target memvaksin 35 juta jiwa itu pun tercapai.

”Ini target yang ambisius, tapi tercapai. Negara lain paling hanya sekitar dua juta (jumlah anak-anak yang divaksin). Ini sejarah baru bagi Indonesia,” kata Arie.

Dia yakin, keberhasilan Unicef melakukan vaksinasi itu karena peran koran Jawa Pos. Sebelum menggandeng Jawa Pos, pihaknya kesulitan berkoordinasi dengan pemerintah.

”Sejak Juni lalu, saya kirim surat ke Gubernur Jatim Soekarwo (untuk berkoordinasi terkait vaksinasi), tapi tidak ditanggapi. Tapi, setelah 4 Juli bekerja sama dengan Jawa Pos, surat (vaksinasi) sudah diterbitkan gubernur pada 7 Juli,” kata Arie sembari tersenyum.

Bahkan, Gubernur Jatim Soekarwo juga ikut turun langsung untuk mengawal pelaksanaan vaksinasi. Sebanyak 9 juta anak pun berhasil divaksinasi.

”Awalnya kami menargetkan pencapaian vaksinasi 97 persen saja. Tapi, Pak Gubernur (Soekarwo) ingin seratus persen. Bahkan, sebagai apresiasi terhadap keberhasilan Jawa Pos, Pak Presiden Jokowi mampir ke kantor Jawa Pos,” tambah Arie.

Ke depan, Arie berencana menggandeng Jawa Pos Radar Malang. Fokusnya adalah perlindungan bagi anak dan ibu-ibu. ”Untuk sasaran siswa SMP dan SMA, misalnya bisa mengampanyekan anti-bullying di media sosial,” paparnya.

Direktur Jawa Pos Radar Malang Kurniawan Muhammad menyambut positif pengajuan kerja sama dari Unicef itu. Menurut Kurniawan, fokus program Unicef yang memprioritaskan kalangan anak dan ibu-ibu ini sangat cocok diterapkan di Kota Malang.

”Apalagi Kota Malang sudah meraih penghargaan sebagai Kota Layak Anak,” katanya.

Kum–sapaan akrab Kurniawan Muhammad– menyatakan, dalam waktu dekat ini akan merancang kegiatan bersama Unicef. ”Nanti kami buatkan proposalnya untuk kegiatan itu,” kata alumnus Fakultas Perikanan Universitas Brawijaya (UB) tersebut.

Pewarta: Mahmudan
Penyunting: Kholid Amrullah
Copy Editor: Dwi Lindawati
Foto: Darmono