Utak-atik Sekolah Tentukan Peringkat Siswa

MALANG KOTA – Rangkaian jelang seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNM PTN) terus tersaji. Setelah tahap finalisasi lembaga tes masuk perguruan tinggi (LTMPT) usai dilakukan, kini masuk pada jadwal pengisian pangkalan data sekolah dan siswa (PDSS) 2020. Tahapan itu dibuka mulai Rabu (15/1). Sesuai jadwal, pengisian PDSS dapat dilakukan hingga 8 Februari.

Dari pantauan koran ini kemarin (16/1), sejumlah sekolah di Kota Malang tampak masih kerepotan dengan sistem yang baru. Yakni, sistem pemeringkatan yang saat ini tidak lagi dilakukan oleh pusat, tapi dilakukan sendiri oleh masing-masing sekolah. Sesuai ketentuan pusat, 40 persen siswa yang mendapat peringkat tertinggi di setiap sekolah bakal dinyatakan layak untuk mengikuti SNM PTN.

Humas SMAK Kolese Santo Yusup (Kosayu) Elisabeth Aning Adicahyani menjelaskan bila pihaknya saat ini sedang menggodok tahap pemeringkatan tersebut. Dengan ketentuan 40 persen yang disematkan pusat, pihak sekolah harus menentukan 156 siswa yang masuk standar mengikuti SNM PTN. ”Itu jumlah 40 persen dari 384 siswa kami,” terang dia.

Selain penentuan nilai, ada pertimbangan lain yang membuat pihak sekolah kewalahan menentukan peringkat siswa. ”Di sini kan sekolah swasta, kadang yang dapat nilai-nilai bagus itu ga mau ikut (SNM PTN). Jadi, pemeringkatannya nanti juga akan dipadu dengan prestasi-prestasi siswa juga,” sambung Elisabeth. Meski lebih repot, dia menilai bila sistem pemeringkatan yang dilakukan sendiri oleh pihak sekolah sudah cukup tepat.

”Ya enaknya bisa nentukan sendiri. Kalau di sini untuk pemeringkatan wewenangnya bagian kurikulum. Sedangkan BK hanya berwenang mengolah data dan mengunggah saja,” imbuhnya. Senada dengan SMAK Kosayu, SMAN 9 Malang saat ini juga terus mempersiapkan tahap pemeringkatan. Wakil Koordinator BK SMAN 9 Malang Vini Islandani menyebut bila proses pemeringkatan yang dilakukan pihaknya tidak hanya didasarkan pada rekap nilai saja.

Catatan prestasi siswa juga menjadi acuannya. ”Sama waka kurikulum sedang diperingkatkan siswa-siswi di sekolah kami, ini sudah (berjalan) sekitar 60–70 persenlah,” katanya. Dia mengakui bila sistem pemeringkatan yang baru ini lebih rumit. Sebab, sekolah harus memelototi perjalanan satu per satu siswa. Untuk mengatasinya, beberapa aplikasi pendukung turut dimanfaatkan pihak sekolah.

”Biasanya (rekapitulasinya) sudah ada aplikasi excel. Waktu upload di website juga tinggal masukin data dari form excel saja,” imbuhnya. Disinggung soal sosialisasi sistem LTMPT yang baru, dia beserta guru-guru BK lainnya mengaku sudah mendapatkannya. Tepatnya pada November 2019 dari Universitas Brawijaya (UB) Malang. ”Sosialiasinya ya terkait dengan sistem baru LTMPT, cara daftar akun, dan sebagainya,” tukasnya.

Untuk diketahui, jadwal pendaftaran SNM PTN sendiri baru bisa dilakukan mulai 14–27 Februari 2020. Sementara itu, pada 28 Februari sampai 3 April 2020 mendatang akan dilakukan seleksi untuk menentukan sekolah dan siswa yang lolos SNM PTN 2020. (eri/c2/by)

Pewarta : Errica
Copy Editor : Dwi Lindawati
Penyunting : Bayu Mulya