Usulan Kak Seto Soal Sekolah Tiga Hari Hanya Cocok untuk Daerah Urban

KOTA MALANG – Pernyataan Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi soal usul ‘sekolah tiga hari’ ramai dibahas di medsos. Ada yang mendukung, ada pula yang menolak.

Mantan Staf Ahli Kemendikbud bidang Pendidikan Karakter, Prof Dr Djoko Saryono menilai usulan itu terlalu menggeneralisir siswa dan pendidikan di Indonesia.

“Usulan itu terlalu mengeneralisir, lha wong pendidikan di Indonesia saja belum merata. Kok bisa bilang kayak gitu? Sebenarnya masalahnya apa? Kebanyakan jam atau masalah metodenya?,” tanya dia di Kafe Pustaka UM, Jumat (6/12).

Menurut penulis buku puisi ‘Arung Diri’ itu, sistem pendidikan seperti itu tidam cocok di semua daerah. Apalagi di daerah terpencil contohnya Bukit Tidore. Dari mana lagi mereka belajar jika tidak di sekolah.

“Kalau di urban cocok lah, belajar juga bisa dari internet. Kalau mereka gimana? Coba orang Jakarta suruh ke sana 3 hari kalau betah. Bagi saya usulan ini cuma kegenitan orang Jakarta saja. Muhadjir saja bikin 5 hari geger, kok malah 3 hari,” kelakar Guru Besar UM itu.

Jika Kak Seto menganggap sistem pendidikan tidak efektif, Djoko justru mengajak radarmalang.id membedah sistem pengajaran saat ini. Dari jam ajar saja, ia menjamin tak ada yang melaksanakan pembelajaran selama 8 jam dengan efektif.

Maka tak bisa sistem pembelajaran disamakan dengan negara Firlandia, Malaysia, atau Singapura yang memiliki jam belajar kurang dari 1000 jam pertahun. Sebab disana meskipin lebih sedikit, efektivitas selalu dijaga.

“Sekarang guru ada pertemuan dengan walikota, ada workshop atau ada acara apapun pasti di tinggal. Kelas lalu kosong. Ya kalau kayak gini nggak bisa disamakan dong,” tegasnya.

Dari diskusi singkat itu ia menyimpulkan bahwa pendidikan yang baik bukan cuma sekadar memangkas jam belajar. Namun bagaimana sistem pendidikan dapat meraih tujuan dengan efektif dan efisien.

“Digitalisasi saja iti lho belum merata. Sekarang ada UNBK, berani bilang semua terjamin servernya nggak ada yang lemot? Ini lho,jangan lihat Jakarta saja kalau mau buat usulan,” pungkasnya.

Pewarta: Rida Ayu
Foto: Rida Ayu
Editor :Indra M