Usul Gratiskan 3 Bulan, Pengamat: Kalau Mahal Nggak Ada yang Naik

JawaPos.com – Tinggal menghitung hari kereta modern MRT dan LRT Jakarta akan segera beroperasi. Namun sayangnya tarif yang menjadi rekomendasi berbagai pihak menjadi polemik karena dinilai terlalu mahal.

Pengamat Transportasi yang juga Direktur Eksekutif Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Deddy Herlambang melihat, sudah seharusnya MRT dan LRT Jakarta berpatokan pada Transjakarta.

“Transjakarta dengan tarif Rp 3.500 publik masih ada yang kurang minat untuk pindah apalagi dengan harga Rp 8.000 itupun hanya satu rute HI- Lebak Bulus. Ini sampai Lebak Bulus satu koridor Rp 3.500 pakai Transjakarta,” jelas Deddy.

Dari hal tersebut, Deddy meragukan jika warga akan segera berpindah karena operasi tidak memberikan proses adaptasi. Ia menjelaskan sudah seharusnya operator baik MRT dan LRT Jakarta memberikan free trial.

“Saya berharap harusnya malah digratiskan 3 bulan pertama untuk sosialisasi edukasi memperkenalkan moda baru dari sisi keselamatan, kemananan, dan pelayanan, baru setelah itu dievaluasi,” terang Deddy.

“Lihat dong dengan digratiskan saja banyak yang naik nggak? Kalau digratiskan saja dikit yang naik ngapain keras soal tarif perlu dicoba dulu itu,” tambahnya.

Namun jika gratis dapat disebut radikal, Deddy menyarankan tarif yang murah meriah misalnya Rp 1.000 atau Rp 2.000 pada 3 bulan pertama. Hal ini bertujuan membuat penumpang memiliki rasa sense of belonging moda transportasi baru.

“Kalau baru sudah dipatok harga mahal mana laku, wah gimana. Karena ini moda baru paling tidak sama atau lebih murahlah dari Transjakarta. Rp 5.000 untuk moda pertama masih mahal,” tandasnya.

Editor           : Erna Martiyanti

Reporter      : Reyn Gloria