Ustad Penghina Ansor, Banser, dan Kiai Ma’ruf Amin Sudah Minta Maaf, Ansor Tetap Tempuh Jalur Hukum

KH Saadullah (kanan) dipolisikan Ansor Kabupaten Malang

MALANG – Acara Haul yang dihelat di Tumpang dalam forum peringatan salah satu tokoh masyarakat di Dusun Baran Kidal, Tumpang, Kabupaten Malang menyisakan masalah. Acara yang dihadiri ribuan jamaah dan menghadirkan seorang penceramah asal Sukorejo, Pasuruan, yaitu Ustad Sa’adullah ini menyakiti perasaan banyak pihak.

GP Ansor Kabupaten Malang dan Banser Kabupaten Malang merasa tersinggung dengan komentar tokoh agama tersebut waktu berceramah. Mereka menganggap kata-kata yang dilontarkan ke masyarakat umum itu sebagai hate speech atau ujaran kebencian.

Walau sudah berlangsung pada pertengahan bulan lalu, yaitu September 2018, Ketua GP Ansor Kabupaten Malang, Husnul Hakim Saadat mengaku baru tahu info ini sejak viral baru-baru ini.

“Dan saya baru tahu dua hari ini, dan videonya lagi viral baru kita tahu, dari kemarin kita tidak tahu karena itu bukan acaranya NU bukan acaranya Ansor dan kita tidak hadir di situ,” sebut Hakim. Hakim menganggap ucapan ustad tersebut menciderai dan menghina institusi NU dan Ansor.

Husnul juga mengaku pihak yang bersangkutan sudah meminta maaf kepada NU. “Kami sebagai individu tetap memaafkan beliau, karena kekhilafan dan lain sebagainnya, tapi proses hukum tetap berjalan,” tegasnya.



Menurutnya, ini sebagai proses pembelajaran kepada semua pihak agar berceramah menggunakan ilmu, tidak berceramah dengan nafsu. “Sehingga yang keluar dari mulutnya, yang disampaikan tidak keluar kata kata mencaci maki, ini pembelajaran bagi kita semua,” ujar Ketua GP Ansor Kabupaten Malang ini.

Pewarta: Elfran Vido
Penyunting: Kholid Amrullah
Foto: Elfran Vido