Usai Sita Minol, Sutiaji Segel Minimarket

MALANG KOTA – Pada 99 hari pertama, pemerintahan Wali Kota Malang Sutiaji dan Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko fokus menertibkan pengusaha. Usai menyita minuman beralkohol (minol) di salah satu tempat karaoke, kemarin (2/10) menutup minimarket di kawasan Jalan A. Yani, Blimbing.

Penutupan sementara ini dilakukan Sutiaji karena diduga minimarket itu tidak mengantongi izin. ”Karena tidak bisa menunjukkan izin, kami lakukan penutupan sementara,” ujar Sutiaji yang didampingi beberapa pejabat saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) itu.

Di antara pejabat yang mendampingi Sutiaji adalah Kasatpol PP Priyadi dan Kabag Humas Pemkot Malang Nurwidianto.

Sidak yang dilakukan Sutiaji itu tidak menarik perhatian. Sebab, orang nomor satu di Pemkot Malang ini tidak membawa mobil dinas (mobdin) wali Kota Malang bernopol N 1 AP. Tapi, Sutiaji mengendarai sepeda motornya sendiri sehingga membuat sasaran sidak tidak mengetahuinya.

Sutiaji melakukan sidak setelah mendapat laporan dari masyarakat. Isinya, ada minimarket yang sudah beroperasi dua hari, tapi tidak mengantongi izin. Jadi, pihaknya langsung menuju lokasi untuk mengecek kebenaran informasi tersebut. ”Saya dapat informasi itu beberapa menit setelah apel pagi dan langsung ke lapangan,” ucap mantan anggota dewan ini.



Mantan wakil wali Kota Malang itu menambahkan, pihaknya hanya menegakkan hukum yang berlaku. Sebab, dari kelurahan dan kecamatan belum ada pengurusan izin. ”Dari pak lurah, camat belum ada. Makanya, kami akan berikan teguran pada siapa pun yang melanggar,” tambahnya.

Pihaknya juga bakal menindak tegas jika ada minimarket lain yang tidak berizin. ”Sekarang sidak di sini (minimarket kawasan Jalan A. Yani), bisa jadi nanti di tempat lain (jika ada minimarket yang melanggar aturan, Red),” ungkap pria asal Lamongan itu.

Sementara itu, Staf Penyidikan Satpol PP Kota Malang Heri Mulyanto menyatakan, penyegelan bisa dibuka jika ada keterangan izin dari pengelola. Untuk itu, pihaknya memberi waktu 1×24 jam untuk menunjukkan izin.

Selain itu, pihaknya juga mempersilakan perwakilan minimarket tersebut mendatangi kantor satuan polisi pamong praja (satpol PP) jika ingin meminta penjelasan. ”Besok (hari ini) kami minta perwakilan mereka (minimarket) untuk memberi keterangan ke kantor,” ungkap Mulyanto.

Mengetahui penyegelan tersebut, beberapa karyawan dan pimpinan minimarket yang baru beroperasi dua hari itu pasrah. Mereka juga enggan memberi keterangan saat dimintai tanggapan dari para awak media. ”Kami tidak berani (berkomentar). Kami ini hanya staf biasa,” kata salah satu karyawan yang tidak mau menyebutkan namanya itu.

Pewarta: Imam Nasrodin
Copy Editor: Dwi Lindawati
Penyunting: Mahmudan