Usai Jepang, STIKes WCH Jajaki Kerjasama dengan Taiwan

KEPANJEN – Usai jajaki kerjasama dengan perusahaan internasional asal Jepang, PT Green Life Co Ltd dan PT Sawayaka Fujindo Indonesia, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Widya Cipta Husada (STIKes WCH) kini mencoba menjalin kerjasama dengan perusahaan asal Taiwan.

Fred Kuo dari PT Xiandai International Co. Ltd. asal Taiwan hadir langsung ditemui Ketua Ketua STIKes WCH, Dr Tayubi Hariyanto SE MM, Jumat, (9/8) pagi. Keduanya bertemu, termasuk Kathleen Lin, Education Advisor yang mempertemukan perguruan tinggi dan perusahaan penyedia careworker ini.

“Di jepang sendiri dalam jangka pendek membutuhkan sampai 2000 orang tenaga kerja,” papar Kathleen dengan bahasa campuran Indonesia dan Inggris. Memang, careworker yang nantinya bekerja tidak hanya diserap di Taiwan saja, tapi bisa juga ke Jepang.

Hanya saja, dalam kunjungannya ke STIKes WCH kali ini, Kathleen mengaku mencari lulusan di bidang kesehatan, khususnya perempuan. Mahasiswa akhir pun diprioritaskan untuk bekerja magang ke Jepang.



“Yang harus dipersiapkan mungkin uang untuk visa dan beli tiket, itu. Tapi kita juga akan bantu,” ujarnya.

Untuk gaji sendiri, Kathleen menyebut sampai 2000 USD atau sekitar 20 juta per bulan jika bekerja di Jepang, bahkan bisa lebih dan belum termasuk insentif dan uang lembur. “Soalnya disana kita sudah dianggap sebagai pekerja profesional seperti orang jepang yang bekerja di perusahaan jepang, berbeda dengan TKI,” tutupnya.

Usai pertemuan dan adakan MoU antara kedua pihak, STIKes WCH sendiri juga mengadakan pelaksanaan recruitment yang wajib dihadiri mahasiswa semester akhir mereka di Aula Gedung D STIKes WCH hari ini.

“Kita adakan usai Jumatan dan wajib dihadiri mahasiswa semester akhir,” singkat Wakil Ketua III STIKes WCH, Sri Hapsari Sp MGizi.

Pewarta: Elfran Vido
Foto: Elfran Vido
Penyunting: Fia