Usai Beri Kartu Kuning, Zaadit Taqwa Dapat Pelajaran dari Mendagri

Usai Beri Kartu Kuning, Zaadit Taqwa Dapat Pelajaran dari Mendagri

Tjahjo Kumolo mengatakan, kritik yang disampaikan Zaadit Taqwa? kepada Presiden Jokowi adalah hak setiap warga negara. Namun kritik itu harus disampaikan dengan cara yang tepat.

“Saya pahami Bapak Presiden Jokowi hadir di Kampus UI memberikan sambutan dalam bentuk penghormatan kepada Universitas Indonesia yang membanggakan Indonesia,” ujar Tjahjo dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (3/2).

Video pemberian kartu kuning untuk Presiden Jokowi
(Youtube)

“Tapi tindakan seorang mahasiswa UI yang demonstrasi sangat tidak menghormati acara resmi UI dan menghormati Bapak Presiden yang hadir memberikan penghormatan kepada keluarga besar UI,” tambahnya.

Menurut mantan Sekjen PDIP itu, mahasiswa kalau ingin unjuk rasa atau menyampaikan aspirasi perlu berpikir situasi dan kondisi. Mahasiswa harus tahu tempat untuk menyampaikan kritik.

“Menyampaikan aspirasi seharusnya di luar tempat acara resmi. Tidak di tempat acara yang terhomat bagi akademika UI dan menghormati kehadiran tamu,” katanya.

Sebagaimana diketahui sebelumnya beredar video viral terkait tindakan Zaadit Taqwa. Ketika itu, Presiden Jokowi usai melakukan pidato dalam acara dies natalis ke-68 UI diberikan kartu kuning oleh dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) tersebut.

Sampai akhirnya Zaadit didatangi aparat Paspampres. Ketika didatangi Zaadit masih tetap berdiri dan malah melakukan aksi mengejutkan. Dia tiba-tiba mengangkat kartu kuning sambil meniupkan peluit. Seperti layaknya seorang wasit sepak bola.

Ternyata pemberian kartu kuning ke Presiden Jokowi itu untuk mengingatkan tentang tiga hal. Pertama soal penunjukan Plt gubernur, kedua draf organisasi mahasiswa, dan ketiga gizi buruk asmat.


(gwn/JPC)