Urai Macet, Terapkan Angkutan Gratis Pelajar

KOTA BATU – Ini bisa menjadi kabar gembira bagi orang tua yang menyekolahkan anaknya di Kota Batu. Karena mulai tahun depan, Pemerintah Kota Batu bakal menggratiskan biaya angkutan umum (angkot) khusus untuk pelajar.

Baik pelajar sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP) maupun sekolah menengah atas (SMA), dan sekolah menengah kejuruan. Bahkan, Pemkot Batu sudah mem-plot Rp 2 miliar khusus untuk program ini.

Di mana anggaran ini juga sudah masuk draf anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) tahun 2020. ”Anggarannya sudah masuk APBD tahun depan,” kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Batu M Chori, di Balai Kota Among Tani kemarin.

Menurut dia, hingga kemarin pihaknya masih proses mematangkan teknis dari program tersebut. Salah satunya adalah memetakan berapa jumlah pelajar tiap kecamatan yang ada di Kota Batu.

Perlu diketahui, jumlah kecamatan di Kota Batu ada tiga, yaitu Kecamatan Batu, Bumiaji, dan Junrejo. ”Konsep detailnya masih kami godok. Intinya, kami ingin tahu berapa jumlah pelajar tiap kecamatan,” ungkapnya.



Tak hanya itu, masih kata dia, pihaknya juga terus berkoordinasi dengan beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) terkait lain.

Seperti Dinas Pendidikan dan Dinas Perhubungan (Dishub), Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batu, dan Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Batu. ”Kami juga bahas dengan OPD terkait lain. Supaya bisa saling sinergi,” terang dia.

Sementara itu, Kadisdik Kota Batu Eny Rachyuningsih menyatakan, pihaknya saat ini sedang mendata jumlah siswa per kecematan.

Sehingga, data ini bakal menjadi acuan untuk menentukan rute angkutan gratis tersebut. ”(Rencananya) akan dipisah rute per kecamatan. Supaya lebih efektif,” ujarnya.

Lebih lanjut, program tersebut tidak hanya untuk siswa sekolah negeri. Melainkan juga berlaku untuk siswa swasta juga. ”Kami upayakan, semuanya bisa merasakan kebijakan ini,” tandasnya.

Dia menambahkan, teknisnya nanti bakal dibuat sesederhana mungkin. Misalnya, siswa cukup menunjukkan kartu tanda pelajar (KTP), langsung bisa menikmati angkutan gratis. ”Antar jemputnya pas jam berangkat dan pulang sekolah,” ungkap dia.

Hanya saja, masih kata dia, angkot yang digunakan untuk program ini tidak boleh mengangkut penumpang non-pelajar pada saat mengantar dan menjemput siswa.

Angkot diperbolehkan mengangkut penumpang umum setelah program tersebut. ”Kami ingin siswa diprioritaskan agar tidak telat ke sekolah,” ujarnya.

Terpisah, Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso menyampaikan, program tersebut juga untuk mengurangi kemacetan. Terutama pada jam masuk dan pulang sekolah.

”Kami berencana menggunakan kendaraan yang sudah ada. Sehingga, mereka (sopir angkot) juga ikut terbantu dalam segi pemasukan,” terang politikus PDIP ini.

Menurut dia, secara teknis angkutan gratis tersebut bakal diberi jadwal khusus. Sehingga, angkot yang sudah ditunjuk tidak bisa mengangkut penumpang lain di waktu tertentu.

Sehingga, memang dikhususkan untuk antar-jemput pelajar. ”Pagi mereka (sopir) khusus mengantar siswa. Nah, baru siangnya bisa mencari penumpang lain,” ucapnya.

Untuk titik penjemputan, masih kata dia, bisa dilakukan di sejumlah halte yang tersedia. Misalnya di Sidomulyo, Kecamatan Bumiaji, para siswa sudah harus stand by sejak pukul 06.00 dan menunggu.

”(Itu teknis sementara). Nanti, diatur-lah jadwal lebih lanjutnya,” imbuh mantan anggota dewan ini.

Pewarta : M.Badar Risqullah
Copy Editor : Amalia Safitri
Penyunting : Imam Nasrodin