Upaya Pihak Swasta Tingkatkan Pelayanan Masyarakat di Bidang Kesehatan

JawaPos.com – Peningkatan kualitas mutu pelayanan kesehatan bukan hanya dilakukan oleh pemerintah. Pihak swasta pun, kini melakukan kerjasama dengan Badan Penanggulangan Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan guna menjaga kualitas hidup masyarakat Indonesia.

Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris berkesempatan melakukan peninjuauan di salah satu fasilitas kesehatan (faskes) di Labuan Bajo, yakni RS Siloam. Hal itu dilakukan untuk melihat langsung pelayanan pihak faskes kepada peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

“Kami sangat apresiasi bahwa mitra kerja kami bukan hanya rumah sakit pemerintah, rumah sakit milik swasta pun berkomitmen meningkatkan mutu pelayanan bagi peserta JKN-KIS. Kami juga cek bahwa komitmen tersebut tidak hanya dilakukan oleh faskes yang ada di wilayah pulau Jawa namun juga dilakukan di luar pulau Jawa bahkan sampai di Nusa Tenggara Timur,” keta dia dalam keterangan tertulis, Senin (27/1).

Selain itu, kedatangan Fachmi tentunya juga untuk memastikan komitmen peningkatan mutu dan kualitas layanan dilaksanakan dengan baik, sebab adanya kesepakatan untuk meningkatkan kualitas pelayanan antara BPJS Kesehatan dan Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) sejak pertengahan November 2019 lalu.

Peningkatan kualitas pelayanan yang di maksud, salah satunya berupa layanan antrean elektronik dalam rangka memberikan kepastian waktu layanan pada peserta JKN-KIS. Ditambah lagi, rumah sakit juga harus memiliki display informasi ketersediaan tempat tidur untuk perawatan dan komitmen memastikan kemudahan pasien gagal ginjal kronis mendapatkan kemudahan layanan cuci darah.

Pelayanan baik yang dilakukan faskes pun membuat Fachmi mengapresiasi Pemerintah Daerah (Pemda) NTT yang menunjukkan komitmennya dalam peningkatan kualitas kesehatan masyarakat. Pasalnya, hal ini bukan suatu hal yang bisa dikerjakan sendiri, baik dari aspek pembiayaan dan juga dari aspek peningkatan, pemerataan mutu dan kualitas layanan.

“Walaupun hanya ada 2 rumah sakit di wilayah ini yaitu RSUD Komodo dan RS Siloam Labuan Bajo, Pemda NTT telah membuktikan bahwa gotong royong ini dapat diwujudkan melalui upaya serius dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat dan wisatawan sekitar Labuan Bajo,” tambahnya.

Ia pun berharap, yakni faskes tersebut dapat segera mengeintegrasikan sistem antrean elektronik melalui Mobile JKN. Saat ini, BPJS Kesehatan mendorong fasilitas kesehatan untuk segera melakukan bridging sistem informasi manajemen (SIM) rumah sakit dan sistem informasi BPJS Kesehatan, tentunya hal ini dapat memudahkan masyarakat mendapatkan informasi faskes, ketersediaan tempat tidur, mendaftarkan layanan kesehatan baik di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) maupun Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL).

“Kita tahu ini daerah wisata, pasti banyak masyarakat yang berlibur dan mengantisipasi jika membutuhkah pelayanan kesehatan. Melalui integrasi sistem informasi platform bersama antara rumah sakit dan BPJS Kesehatan dalam aplikasi Mobile JKN diharapkan akan memudahkan masyarakat. Ini bagian dari komitmen BPJS Kesehatan karena tahun ini merupakan tahun pelayanan dan tahun peningkatan kepuasan peserta,” jelas dia.

Editor : Mohamad Nur Asikin

Reporter : Saifan Zaking