Upaya AS Bentuk Pasukan Keamanan Baru di Syria Menakutkan

Upaya AS Bentuk Pasukan Keamanan Baru di Syria Menakutkan

“Kami berpikir bahwa keputusan sepihak yang menyerupai ultimatum ini dapat merusak integritas teritorial Syria,” kata Lavrov menanggapi rencana AS membentuk Pasukan Kemanan Perbatasan di Syria, Senin, (15/1).

Lavrov menilai keputusan yang diumumkan AS terkait pembentukan pasukan perbatasan di Syria berarti mengisolasi sebuah wilayah besar di perbatasan Iran dan Rusia.

“Masalah serius ini menimbulkan kekhawatiran terkait langkah yang akan diambil untuk daerah-daerah ini,” kata Lavrov seperti dilansir Anadolu Agency.

Seperti rekan Turki dan Iran, ujar dia, kami juga mengharapkan pernyataan AS mengenai hal ini. “Kami pikir keputusan ini bisa membahayakan integritas teritorial Syria,” ujarnya.

Menurut Lavrov, masalah ini dapat berdampak pada hubungan Turki dengan Kurdi. “Proyek sepihak AS yang menyerupai ultimatum terkait pembentukan tentara di Syria dapat menimbulkan masalah dalam hubungan Turki dan orang Kurdi. Ini juga tidak membantu meredakan situasi di Afrin. Tujuan kami di Afrin adalah mengupayakan gencatan senjata sepenuhnya,” ujar dia.

Juru Bicara Koalisi Melawan Islamic State (IS) yang dipimpin AS, Ryan Dillon sebelumnya menyatakan akan membentuk pasukan keamanan perbatasan baru berkekuatan 30 ribu orang di Syria dengan SDF.

“Koalisi bekerja sama dengan SDF untuk mendirikan dan melatih Pasukan Keamanan Perbatasan Syria yang baru,” kata Dillon.

Menyusul pernyataan tersebut, Juru Bicara Kepresidenan Turki Ibrahim Kalin menyatakan, Turki akan terus mengambil tindakan yang diperlukan untuk menjamin keamanan sesuai dengan kepentingan nasional.

“Dalam konteks ini, Turki berhak untuk menargetkan organisasi teror dengan cara apapun, kapanpun, dan di manapun,” kata Kalin.


(iml/met/JPC)