Upah Relawan Bansos Naik 6 Kali Lipat

MALANG KOTA – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang memberi perhatian lebih terhadap relawan bantuan sosial. Mulai 2019 mendatang, relawan yang disebut pekerja sosial kemasyarakatan (PSM) itu dijatah insentif Rp 600 ribu per bulan.

Padahal sebelumnya, insentif PSM hanya Rp 110 ribu per bulan. Dengan demikian, peningkatannya hampir enam kali lipat.

Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kota Malang Sri Wahyuningtyas menyatakan, setiap kelurahan mempunyai 1 PSM. Karena ada 57 kelurahan di Kota Malang, maka ada 57 PSM yang mendapatkan insentif tersebut.

Yuyun, sapaan akrab Sri Wahyuningtyas, itu menyadari, jatah Rp 600 ribu per bulan masih kalah dibanding beberapa daerah lain. Sebab, ada beberapa daerah yang sudah memberi Rp 1,2 juta untuk insentif PSM. ”Sementara ini, kami mampunya masih sebesar itu (Rp 600 ribu). Tapi bantuan itu sudah meningkat hampir enam kali lipat dari sebelumnya,” bebernya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko mengingatkan agar potensi sumber kesejahteraan sosial (PSKS) tidak disalahgunakan. Sebab, dana bantuan sosial (bansos) itu diberikan kepada masyarakat tidak mampu. Apalagi, bantuan operasional kepada para relawan sudah dinaikkan. ”Upaya pengentasan kemiskinan yang kami lakukan melalui bansos ini harus dilakukan dengan perilaku terpuji dan tidak disalahgunakan,” katanya.



Sofyan juga menyebutkan dalam PSKS itu ada beberapa kelompok termasuk PSM, tenaga kesejahteraan sosial kecamatan (TKSK), dan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH). Untuk itu, Sofyan meminta mereka menyalurkan bansos tepat waktu. ”Pengelolaannya tidak boleh sembarangan. Harus tepat sasaran,” ujar politikus Partai Golkar (PG) itu.

Dia berharap, PSKS dapat mengemban amanah dengan baik, tidak terlibat aktivitas politik praktis, tidak melakukan penggelapan, hingga menyunat dana-dana bansos. ”Tapi, kalau misalnya ada (penyimpangan), segera laporkan. Jangan takut. Pemerintah akan mengusut tuntas dan apabila terbukti, sanksinya bisa pemecatan,” tandasnya.

Pewarta: Moh Badar Risqullah
Copy Editor: Amalia
Penyunting: Mahmudan