Upacara Kemerdakaan Ala Kaum Istana Rakyat, Sampaikan Pesan Petani | JawaPos.com

Upacara Kemerdakaan Ala Kaum Istana Rakyat, Sampaikan Pesan Petani | JawaPos.com

JawaPos.com – Gabungan masyarakat petani, majelis taklim, LSM dan sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam kominitas Kaum Istana Rakyat Selaras Alam, melakukan upacara peringatan detik kemerdekaan dengan khidmat. Upacara digelar di Kecamatan Canduang, Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar).

Kaum Istana Rakyat tak kalah khidmat melagsungkan upacara pengibaran bendera merah putih layaknya di Istana Negara. Bedanya, mereka menggelar upacara dengan mengenakan pakaian sehari-hari. Seperti petani yang tetap memakai peci caping saat mengibarkan bendera.

Jika biasanya detik-detik proklamasi ditandai bunyi sirine, di Istana Kaum Rakyat ini, justru ketukan kentongan yang terbuat dari bambu sebagai tanda detik proklamasi.

Ketua Kominitas Kaum Istana Rakyat Selaras Alam, Suardi Mahmud mengatakan, perayaan HUT RI dengan cara sederhana sudah dilangsungkan sejak komunitas berdiri, 2009 silam.

“Ini cara kami (petani) mengisi Kemerdekaan. Kami juga gelar diskusi tentang nasib, perlindungan dan pemberdayaan petani,” ujar Suardi Mahmud, Jumat (17/8).

Pada HUT Indonesia ke 73 ini, Suardi berharap, kesejahteraan petani lebih meningkat. Sebab kini, pemasukan dan pengeluaran petani sangat tidak seimbang. “Hak-hak petani dijamin Undang-undang. Sampai detik ini, banyak petani yang belum mampu mencukupi kebutuhan hidup dengan hasil pertaniannya sendiri,” katanya.

Salah seorang pegiat petani organik, Menhendri mengatakan, posisi petani menjual hasi pertanian lemah dan tidak memiliki posisi tawar. Sebab, ketika menjual, yang menentukan harga adalah pembeli.

“Hasil pertanian, pasar yang menentukan. Kebutuhan pupuk, racun, dan sebagainya juga ditentukan penjual sesuai harga pasaran,” kata Menhendri.

Harusnya, lanjut Menhendri, petani memiliki kemandirian dalam menentukan harga dan ini tidak berlaku bagi petani konvensional. “Kita harap soal harga penjualan hasil pertanian, pembelian kebutuhan petani mendapat perhatian pemerintah. Kami juga ingin sejahtera,” ungkapnya.

(rcc/JPC)