GONDANGLEGI – Alih-alih untuk menjaga staminanya, DA, 19, warga Jalan Hayam Wuruk, Kelurahan Gondanglegi, Kecamatan Gondanglegi, ini memilih untuk mengonsumsi sabu-sabu (SS). Akibat pilihannya, pemuda yang tiap hari bekerja sebagai tukang parkir di Pasar Gondanglegi itu harus berurusan dengan hukum. Dibekuk petugas pada awal pekan ini, satu paket SS terbukti tengah dia bawa.

Kaur Bina Operasi (KBO) Satreskoba Polres Malang Iptu Suryadi menjelaskan bila aksi pelaku bermula dari informasi warga yang kerap melihat adanya transaksi narkoba di wilayah Gondanglegi. Pendalaman pun dilakukan petugas dalam beberapa hari terakhir. ”Bersama pelaku, kami juga mengamankan SS seberat 0,35 gram dan satu buah HP,” terang Suryadi.

Dari pendalaman polisi, diketahui bila pelaku sudah menggunakan SS sejak tiga bulan terakhir. Ditanyai koran ini, pelaku mengaku mendapat barang haram tersebut dari salah satu tetangganya. ”Saya mendapat barang tersebut dari teman saya, kalau beli harganya Rp 300 ribu untuk satu poketnya. Biasanya habis dalam satu minggu,” kata dia.

”(Uang parkir) saya kumpulkan untuk belanja sabu, sehari bisa dapat Rp 100 ribu,” tambah dia. Kini polisi terus mengejar pelaku yang menyuplai barang haram itu. Alasan itulah yang membuat polisi baru merilis kasus tersebut kemarin (11/1). Seperti diketahui sebelumnya, sejumlah kecamatan memang masih dalam kategori rawan peredaran narkoba.

Dari hasil rekapitulasi Satreskoba Polres Malang dan BNN, sedikitnya ada tiga kecamatan lain yang juga rawan. Yakni, Kecamatan Lawang, Bululawang, dan Kepanjen. Meski memunculkan beberapa nama daerah, pengawasan dan pantauan dilakukan menyeluruh. Itu berlaku karena peredaran narkoba bersifat dinamis. (mh/c2/by)

Pewarta             :  Miftahul Huda
Copy Editor        :  Dwi Lindawati
Penyunting         :  Bayu Mulya
Fotografer          :  Miftahul Huda