Unikama Ajari Calon Guru PAUD Pembelajaran Berbasis Kearifan Lokal

MALANG – Beda usia, beda pemahaman, beda pula metode pembelajarannya. Untuk anak usia dini contohnya, pembelajaran kreatif inovatif harus lebih didahulukan guru agar siswa menerima dengak baik ilmunya.

Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama) mencoba mengajak calon guru PAUD lulusannya agar bisa memanfaatkan kearifan lokal masing-masing wilayah Indonesia.

Ya, Unikama sebagai Kampus Multikultural memang banyak diisi mahasiswa dari bermacam-macam daerah dengan berbeda-beda latar belakang.

“Iya, jadi untuk pembelajaran anak usia dini, harus lebih mengerucut ke kearifan lokalnya, karena tidak semua bisa digeneralisir anak tinggal di kota,” tukas Wakil Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan Unikama, Rina Wijayanti M.Psi, Selasa, (3/12).

Maka dari itu Unikama sengaja membuat seminar Nasional dan Workshop bertajuk Penyusunan Literasi Kreatif untuk Anak Usia Dini Berbasis Kearifan Lokal.

Outputnya, Unikama ingin calon guru PAUD nantinya bisa membuat bahan ajar yang dekat dengan daerah ajar mereka masing-masing. Dengan kearifan lokal, maka siswa setingkat PAUD akan lebih mudah menerima bahan ajar karena dekat dengan keseharian mereka.

“Misal mahasiswa dari Papua, kan dekat dengan gunung, jadi mungkin pembelajarannya bisa menggunakan cerita tentang gunung. Kalau NTT bisa tentang laut,” urai Rina.

Acara ini turut mengundang pembicara yang sudah berpengalaman di bidangnya. Dari internal Unikama ada Siti Muntomimah MPd, Dr Rahutami MHum, sedang satu lagi dari perwakilan penerbit Airlangga, Fikri Somyadewi.

Acara kali ini Unikama mewajibkan mahasiswa Prodi (Program Studi) PG-PAUD
(Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini) Fakultas Ilmu Pendidikan untuk ikut.

“Kita wajibkan mahasiswa angkatan 2016 sampai 2019 untuk ikut. Ada juga peserta umum guru-guru TK, ada juga peserta dari Universitas Negeri Lampung,” tukas Sarah Emanuel Haryono M.Psi, ketua pelaksana acara ini.

Pewarta: Elfran Vido
Foto: Elfran Vido
Penyunting: Fia