Unik, Tanaman Kokedama Disukai

Berbagai Bunga bisa ditanam dengan teknik Kokedama (Rubianto/Radar Batu)

KOTA BATU – Bagi para pencinta tanaman hias, keterbatasan lahan bisa disiasati dengan beragam cara. Salah satu yang patut dicoba adalah teknik kokedama. Yakni, membungkus akar tanaman dengan media yang bisa menyimpan cukup banyak air.

Teknik ini sudah cukup lama populer di Jepang. Nah, di Kota Batu, sejumlah pedagang bunga juga mulai memasarkan produk tanaman kokedama ini. Seperti yang dilakukan Lily Indayani, pemilik kios tanaman hias CV Bunga Melati di Jalan Pattimura, Kota Batu. Jika di Jepang bungkus tanaman menggunakan lumut, dia memodifikasinya dengan memanfaatkan serabut kelapa. ”Kami menyesuaikan dengan kondisi. Karena di Indonesia ini cenderung panas, maka bahan lumut kami ganti jadi serabut kelapa,” terangnya.

Cara pembuatannya juga cukup praktis dan simpel. Serabut kelapa dililitkan ke tanaman yang telah ada media tanah dan pupuknya hingga berbentuk bulat seperti bola. Agar tidak rusak ketika disiram, bagian yang sudah terbungkus serabut kelapa diikat dengan rotan sintetis. ”Jika sudah tidak ada space (ruang, Red) di rumah, kokedama ini juga bisa digantung,” ungkapnya.

Perawatan tanaman dengan bentuk unik ini juga cukup mudah. Untuk yang ukurannya kecil dan sedang, bisa langsung dicelupkan ke air dengan waktu yang tidak terlalu lama. ”Karena serabut kelapa ini bisa menahan air cukup lama. Dalam seminggu cukup 3 kali saja,” terangnya. Sedangkan untuk tanaman yang tidak membutuhkan banyak air seperti kaktus, dalam seminggu cukup disiram sekali.

Kokedama yang sudah jadi, juga dia jual secara online. Harga yang paling murah dibanderol mulai Rp 35 ribu dan yang termahal sampai Rp 350 ribu. ”Penjualan kami sudah hampir seluruh Indonesia, seperti Bali, Medan, Nusa Tenggara Barat (NTB), Makassar, Kalimantan, dan yang terjauh Papua,” ungkap alumni Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (UB) ini.  Namun, pembelian bisa dilayani jika stoknya tersedia. Lily mengungkapkan, paling tidak stok tersedia minimal 100 kokedama. ”Jika belum ada, bisa pre order,” tandasnya.

Selain itu, teknik ini kadang juga dia bagikan kepada mereka yang ingin belajar. ”Kami menerima mahasiswa magang yang ingin mendalami tentang tanaman. Biasanya pelatihan diberikan selama 2 bulanan,” ujar wanita asli Kota Batu ini. (oct/c1/nay)