Unik! Cara Warga Kelurahan Ini Peringati Bulan Suro

KOTA BATU – Tradisi membuat jenang suro biasanya dilakukan di banyak desa, begitu masuk bulan Muharram atau bulan Suro. Tapi, Kelurahan Dadaprejo di Kecamatan Junrejo Kota Batu punya cara berbeda dalam menyambut bulan Suro.

“Dulu, kami sama-sama menggunakan jenang suro. Namun, di tahun 1892, warga Dusun Dadaptulis mengalami musim paceklik, sehingga tidak bisa membuat jenang suro,” terang M. Rizal Firdaus Lurah Dadaprejo.

Lalu, ada seorang ulama yang menyarankan agar warga membuat surabi saja untuk selamatan Suro.

Sebagian masyarakat pun akhirnya menuruti saran itu. Tapi masih ada sebagian lainnya yang memilih untuk tetap membuat jenang suro.

Kemudian, di tahun 1902, paceklik kembali menimpa dusun. Situasi itu membuat kepala desa (sebelum menjadi kelurahan, Dadaprejo adalah sebuah desa) meminta saran kepada ulama.



Akhirnya, didapatlah saran bahwa seluruh warga harus membuat surabi untuk memperingati bulan Suro. “Toh kesakralannya tidak terpengaruh asalkan tujuan dan fokusnya tetap satu,” imbuh Rizal.

Belakangan, diketahui bahwa ulama tersebut adalah salah satu bedah krawang (pembuka pemukiman.red) di Dadaprejo.

Tahun ini, tradisi surabi Suro masih digelar di Kelurahan Dadaprejo.

Bahkan, tradisi ini akan dibalut dengan event Festival Serabi Suro.

Plt Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu Imam Suryono mengatakan bahwa festival ini akan digelar pada 12-13 September mendatang.

Festival akan diisi dengan Kirab Tumpeng Surabi Suro, selamatan, tari, wayang, ludruk, bantengan, jaran kepang, dan rampak barong.

“Terbuka untuk umum dan gratis makan surabi sepuasnya. Di Kota Batu pusat surabi ya hanya ada di sana,” jelas Imam kepada radarmalang.id.

Ia berharap, tradisi ini bisa terus berlangsung. Sebab, tradisi ini terbukti mampu menjaga keguyuban warga Kelurahan Dadaprejo.

Pewarta : Choirul Anwar
Foto : Istimewa
Editor : Indra M

Nb : Disparta