Uniga Malang Bekali Wisudawan Menjadi Entrepreneur Muda yang Smart dan Sukses

MALANG KOTA – Mulai hari ini, sebanyak 467 mahasiswa Universitas Gajayana (Uniga) Malang akan melangkah ke dunia baru. Mereka merupakan wisuda dan wisudawan yang hari ini (23/9) mengikuti prosesi wisuda di aula Utama Uniga.

Rinciannya,  312 orang lulusan program strata I (S1) dan 155 orang lulusan program magister.

Pada momen wisuda ini, juga berlangsung penyerahan secara simbolis program IBM 2017 kepada Posdaya Edelweis Gajayana dan Posdaya Teratai Putih Gajayana.

Rektor Uniga Prof Dr Dyah Sawitri SE MM mengatakan, dalam menghadapi era integrasi regional dalam wadah komunikasi masyarakat ASEAN, ada beberapa respons perubahan yang dilakukan Uniga guna mendukung peningkatan kualitas, mulai bidang kelembagaan, pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat, serta bidang kemahasiswaan.

”Kami juga selalu memberikan bekal kepada mahasiswa untuk mengarungi kehidupan selanjutnya. Terutama  masalah entrepreneur atau jiwa kewirausahaan. Kami membekali wisudawan dengan entrepreneur muda, sehat, dan sukses,” ungkapnya.

Menurut Prof  Dyah, saat ini dari 11 program studi, 1 program studi magister manajemen terakrediasi A, 8 program studi terakreditas B, dan 2 program studi baru,  yaitu  magister akuntansi (S2) dan S1 ilmu komunikasi, sedang proses reakreditasi karena izin operasional baru turun dan diharapkan akhir tahun ini sudah bisa terakreditasi minimal B.

”Selain itu, proses pembelajaran akan didesain dalam kerangka kualifikasi nasional Indonesia (KKNI), yakni penjenjangan kualifikasi kompetensi yang dapat menyandingkan, menyetarakan, dan mengintegrasikan bidang pendidikan dan bidang pelatihan kerja serta pengalaman kerja dalam rangka pemberian pengakuan kompetensi kerja sesuai dengan struktur pekerjaan di berbagai sektor,” ungkapnya.

Dyah meneruskan, tahun 2016/2017 Uniga memperoleh kenaikan kluster menjadi madya, yang berarti memperoleh pengakuan dari Kemenristek Dikti dan memiliki kesempatan yang besar untuk memperoleh pendanaan dari pemerintah di bidang penelitian dan pengabdian masyarakat maksimal Rp 5 miliar. ”Berbagai hasil riset maupun pengabdian masyarakat tersebut didiseminasikan kepada publik melalui jurnal maupun konferensi ilmiah secara nasional maupun internasional agar dapat bermanfaat bagi masyarakat pemakai secara luas,” katanya.

Uniga selalu melakukan pembinaan secara berkelanjutan melalui unit-unit kegiatan mahasiswa di tingkat universitas, fakultas maupun program studi dengan orientasi pada penciptaan atmosfer akademik, pengembangan minat, dan bakat mahasiswa. ”Selain itu, kami melakukan upaya menekan angka mahasiswa putus studi (DO) dan memberikan bantuan beasiswa mahasiswa yang berprestasi,” pungkasnya.

Untuk periode ini, wisudawan asal Bontang Barat, Kalimantan timur, Rahel Baso Padang, menjadi salah satu wisudawan terbaik dengan perolehan IPK 3,88. Dia menempuh empat tahun pendidikan di Fakultas Ilmu Sosial dan Budaya Program Studi Bahasa dan Sastra Inggris. (oct/yn)