Ungkap 301 Kasus Narkoba, Rehab 88 Pecandu

KEPANJEN – Kabupaten Malang tampaknya masih menjadi sasaran empuk para pengedar narkoba. Buktinya, dari tahun ke tahun jumlah kasus yang ditangani polisi tetap tinggi. Di tahun ini, total ada 301 kasus yang mampu diungkap Satreskoba Polres Malang. Jenisnya narkoba yang diedarkan beragam. Ada yang mengedarkan sabu-sabu, ganja, hingga pil koplo.
Jika dirinci, total polisi mampu mengamankan barang bukti sabu-sabu seberat 443,16 gram; ganja 1.199,23 gram. Ada pula 18 pohon ganja dan 38.802 butir pil koplo. Dibandingkan tahun lalu, jumlah kasus yang terungkap tahun ini mengalami peningkatan. Tahun lalu, satreskoba tercatat mampu mengungkap 237 kasus peredaran narkoba.
”(Peningkatan) itu mungkin dipicu karena jaringan narkoba kian hari kian bertambah. Karena itu pula kasus yang harus ditangani juga bertambah,” terang Kasatreskoba Polres Malang AKP Imam Mustaji. Terpisah, Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung turut angkat bicara mengenai peningkatan kasus yang berhasil terungkap itu. Menurut dia, ada dua jalur yang selama ini rentan peredaran narkoba. Yakni, jalur utara dan jalur selatan.
”Jalur Lawang dan Bululawang yang baru-baru diamankan oleh Satreskoba Polres Malang menjadi bukti jika ada dua wilayah itu patut diwaspadai,” terang Ujung–sapaan akrabnya. Untuk menekan kasusnya, serangkaian sosialisasi makin intensif digeber pihaknya. Di sisi lain, tingginya angka peredaran narkoba juga berbanding lurus dengan banyaknya pecandu.
Pada tahun ini, BNN Kabupaten Malang total sudah memberi rehabilitasi pada 88 pecandu narkoba. Dari total jumlah tersebut, 51 orang di antaranya masih berstatus pelajar. Usianya berada di bawah 20 tahun. Sementara sisanya 37 orang diketahui sudah berusia dewasa.
”Memang dari tahun ke tahun, usia produktif seperti pelajar sangat mendominasi (kalangan pecandu narkoba),” terang Kepala BNN Kabupaten Malang Letkol Laut CPM Agus Musrichin.
Dibandingkan tahun lalu, jumlah pecandu yang mendapat rehabilitasi tersebut mengalami penyusutan. Tahun lalu, total BNN memberi rehab untuk 151 pecandu narkoba. Dari jumlah tersebut, kalangan remaja dan pelajar tetap mendominasi. Totalnya ada 90 orang. Sementara sisanya 61 orang diketahui sudah berusia dewasa, di atas 20 tahun.
Sama seperti yang dilakukan Polres Malang, sejumlah langkah pencegahan tetap intensif dilakukan. ”Kami tetap fokus pada upaya-upaya preventif, seperti sosialisasi, informasi, dan edukasi, advokasi, hingga tes urine,” sambung Agus. Dia pun berharap ada peran aktif dari sejumlah instansi. Khususnya instansi pendidikan.

Pewarta: mh
Copy Editor: Dwi Lindawati
Penyunting: Bayu Mulya