Underpass Urai Macet, Underpass Bikin Macet

KABUPATEN – Underpass (jalan bawah tanah) dibangun untuk mengurai kemacetan setelah tol Malang–Pandaan (Mapan) dioperasionalkan. Tapi selama pembangunan berlangsung, proyek yang menghabiskan anggaran Rp 80 miliar itu justru memicu kemacetan.

Pantauan Jawa Pos Radar Malang kemarin (17/1), puncak kemacetan terjadi sekitar pukul 11.30–12.30. Akses kendaraan keluar Malang, kepadatan sepanjang 2 kilometer. Dari Jalan Panji Suroso (Kecamatan Blimbing, Kota Malang) hingga simpang empat Karanglo (Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang). Sementara akses masuk Malang, kepadatan arus kendaraan terjadi di sepanjang jalan raya Malang–Lawang.

Kepadatan arus lalu lintas dipicu pembangunan proyek underpass di simpang empat Karanglo sejak beberapa hari lalu. Tampak beberapa unit alat berat melakukan pengerukan di sisi timur ruas jalan. Akibatnya, ruas jalan yang bisa dilintasi kendaraan menyempit. Jadi, kendaraan tidak bisa melaju kencang.

Jika mengacu desain pembangunan underpass yang dipaparkan Direktur Utama (Dirut) PT Jasa Marga Pandaan–Malang Agus Purnomo, penggerukan ruas jalan tidak hanya dilakukan di sisi timur. Tapi, juga sisi barat dan tengah. Jika tidak ada rekayasa, bisa jadi selama proses pengerukan sisi tengah itu bakal terjadi kemacetan parah.

Pandik Amin, 25, salah satu penjual bakso yang selalu mangkal di Karanglo, memaparkan, kemacetan terjadi hampir setiap hari. Padahal, sebelum adanya pembangunan proyek underpass, kemacetan hanya terjadi saat weekend. Misalnya Sabtu dan Minggu. Hal itu karena banyak wisatawan yang berlibur di Malang Raya.



”Kalau sekarang, hampir setiap hari macet. Ya, sejak adanya pembangunan underpass itu,” kata pria yang sudah sepuluh tahun berjualan bakso itu.

Kepolisian Anggap Wajar

Menanggapi kemacetan di sepanjang jalan raya Singosari–Lawang, Kepala Urusan Pembinaan dan Operasional (Kaur Bin Ops) Polres Malang Iptu Edi Purnama SAP saat dikonfirmasi menyatakan, rekayasa lalu lintas tersebut akan diberlakukan ketika proses pengeboran untuk underpass sudah sampai di tengah jalan. Sementara ini dia menilai belum perlu diterapkan rekayasa lalu lintas.

Kemacetan itu sudah biasa karena di situ jalur utama dari arah Surabaya–Malang, dan kemungkinan juga karena ada pertambahan volume kendaraan,” ungkapnya.

Terpisah, Kasi Pengawasan dan Pengendalian Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Malang Fery Ardianto mengungkapkan, rencananya ada rekayasa lalu lintas di kawasan tersebut. Tapi, saat ini masih dikoordinasikan dengan pihak terkait. Di antaranya, Satlantas Polres Malang, PT Jasa Marga Pandaan–Malang, Dishub Kabupaten Malang, dan dinas bina marga. Koordinasi itu untuk menentukan kapan rekayasa lalu lintas diterapkan.

”Tapi, hingga saat ini belum ada lagi undangan yang masuk pada kami terkait pembahasan hal itu (rekayasa lalu lintas),” katanya.

Rekayasa Lalu Lintas Berlangsung 2 Bulan

Sementara itu, Direktur Teknik (Dirtek) PT Jasa Marga Pandaan–Malang Siswantono mengungkapkan, kepadatan arus lalu lintas di simpang empat Karanglo itu merupakan konsekuensi dari proyek pembangunan underpass. Meski begitu, pihaknya sudah berusaha meminimalisasinya. ”Kami sudah rapat dengan satlantas terkait kemungkinan itu (kemacetan selama proses pembangunan),” tuturnya.

Proyek underpass yang dibangun sejak awal Januari ini diperkirakan membutuhkan waktu empat bulan. Saat ini sedang proses bor pile atau pengecoran jalan sisi timur. Siswantono memperkirakan, pengerukan lahan di ruas jalan sisi timur itu tuntas besok (19/1). Kemudian dilanjutkan dengan pengerukan di sisi barat pada Senin (21/1). ”Nah, pada proses ini rekayasa lalu lintas akan diberlakukan,” tuturnya. Dengan demikian, rekayasa lalu lalin akan diberlakukan sekitar tiga hari lagi.

Sedangkan jalan sisi timur akan ditutup total dari SDN Banjararum hingga Rumah Makan (RM) Unggul. ”Jadi, kendaraan yang dari arah Surabaya akan dilewatkan melalui jalan baru yang sedang proses pengecoran,” ujarnya.

Proses pengeboran sisi barat diperkirakan bakal memakan waktu dua minggu. Setelah itu dilanjutkan proses pengecoran di sisi tengah. Siswantono optimistis pengerukan sisi tengah tidak akan mengakibatkan kemacetan. Sebab, ruas jalan sisi timur dan barat sudah bisa difungsionalkan. ”Kemungkinan rekayasa lalu lintas akan berlangsung selama dua bulan” pungkas Siswantono.

Pewarta               : Imron
Copy Editor          : Dwi Lindawati
Penyunting           : Mahmudan
Fotografi              : Darmono