Underpass Satelit Resmi Beroperasi, Tingkatkan Efektivitas Ekonomi

JawaPos.com – Begitu diresmikan, underpass bundaran Satelit langsung dioperasikan kemarin sore (31/5). Dalam waktu sepekan, Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya akan mengevaluasi titik-titik hambatan dan perlu tidaknya rekayasa lalu lintas lanjutan.

Sekitar pukul 16.00 setelah acara seremonial di ujung barat underpass yang dipimpin Wali Kota Tri Rismaharini, arus lalu lintas dibuka. Mobil dan sepeda motor diperkenankan melewati jalan tersebut dengan kecepatan maksimal 40 kilometer per jam. Jarak lantai jalan dengan overpass di atasnya sekitar 4,2 meter. Karena itu, kendaraan dengan ketinggian melebihi 4,2 meter tidak boleh melintas.

Risma dan para pengusaha yang tergabung dalam Realestat Indonesia Jawa Timur melihat kondisi jalan dengan lantai beton cor atau rigid pavement itu. Jalan sepanjang 450 meter dengan empat lajur dan dua arah tersebut merupakan hasil urunan 19 pengusaha REI dengan total dana terkumpul Rp 71 miliar. Pukul 17.20, saat azan magrib menggema, underpass dibuka untuk lalu lintas dari timur atau Jalan Mayjen Sungkono ke HR Muhammad Dari pantauan di lokasi setelah pembukaan dua jalur tersebut, lalu lintas terlihat tersendat karena ada mobil yang putar balik. Tepatnya di U-turn dekat pom bensin di Jalan Mayjen Sungkono. Antrean mobil yang putar balik dari arah underpass sempat membuat jalan agak macet. Bahkan sampai mendekati bibir underpass. Di sepanjang jalan tersebut memang ada dua U-turn lain, tetapi sudah tidak difungsikan untuk mobil lagi.

Kepala Dishub Surabaya Irvan Wahyudrajad menyatakan butuh waktu sekitar sepekan untuk mengevaluasi arus lalu lintas pasca dibukanya underpass tersebut. Rekayasa lalu lintas dipersiapkan untuk simpang depan TVRI. Sebab, di jalan tersebut memang sudah ada rambu yang diperbolehkan putar balik. ”Dari dinas PU akan ada pelebaran karena pulau jalan kan sudah dibongkar. Yang dulu dua lajur menjadi empat lajur,” paparnya.

Sementara itu, sisi Jalan HR Muhammad diantisipasi dengan penutupan sejumlah U-turn yang dilakukan sebelumnya. Operasional underpass tersebut diharapkan bisa menambah kapasitas jalan sampai 70 persen. ”Tadinya kan enam lajur. Terus ditambah empat lajur lagi sehingga menjadi sepuluh lajur totalnya,” jelasnya.

DIRESMIKAN: Bertepatan dengan HUT ke-726 Surabaya, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini meresmikan underpass satelit, Jumat (31/5). (Puguh Sujiatmiko/Jawa Pos)

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengungkapkan, selama ini kawasan Surabaya Barat berkembang begitu pesat sehingga berdampak pada lalu lintas. Adanya underpass akan lebih mempermudah mobilitas warga. Dia sangat mengapresiasi partisipasi para pengembang yang turut membangun underpass tersebut. ”Pemkot tak mengeluarkan uang, hanya make-up sedikit-sedikit,” kata Risma.

Dia yakin underpass itu punya efektivitas yang tinggi untuk memperlancar perjalanan masyarakat. ”Kalau efektivitas itu nilai tambahnya 10-20 persen,” paparnya.

Sekjen DPP REI Paulus Totok Lusida mengungkapkan, selesainya proyek underpass itu sekaligus menepis anggapan bahwa selama ini pihaknya hanya membuat bangunan. Tidak terlalu memikirkan akses jalan. ”Ini sumbangsih pengembang untuk masyarakat,” katanya.

Dia menyebutkan, pertemuan tersebut juga sudah mewacanakan pembangunan underpass berikutnya di depan Ciputra World. Tujuannya, kemacetan di Surabaya benar-benar teratasi. ”Surabaya barat masih sangat potensial untuk hunian,” jelas Totok.