UM Kukuhkan Guru Besar Malaysia sebagai Adjunct Professor

MALANG KOTA – Bertambah lagi satu guru besar yang dimiliki Universitas Negeri Malang (UM). Itu setelah kampus eks IKIP Malang itu mengukuhkan Prof Hadi Nur PhD, dosen Kimia di University Of Technology Malaysia (UTM) sebagai Adjunct Professor hari ini di Aula Utama gedung A3 lantai 2, UM. Terobosan yang dilakukan UM ini merupakan salah satu inovasi yang berbeda. Pasalnya, dengan melantik Prof Hadi Nur PhD, secara tidak langsung juga menjalin kerja sama yang erat antara UTM dengan UM.

Prof Hadi Nur PHd menyatakan, dengan gelar Adjunct Professor ini, kerja sama antara dua negara akan dipermudah. Misalnya, akses dalam hal penelitian tak terbatas hingga pertukaran mahasiswa. Dia juga menyebutkan, ini merupakan langkah positif yang jarang dilakukan oleh universitas-universitas lain di Indonesia. ”Bahkan, nantinya, saya juga akan membimbing mahasiswa-mahasiswa di UM ini. Intinya, saya akan mengemban tugas dalam peningkatan tridharma perguruan tinggi di UM,” jelas guru besar kimia di UTM itu.

Hadi juga menyampaikan, seluruh pengalaman yang dimiliki akan ditularkan ke kampus dengan predikat pendidikan itu. Bahkan, tidak menutup kemungkinan jika trik-trik yang diterapkan di UTM akan dicontoh oleh UM. Misalnya, seperti pendirian pusat riset center yang ada di UTM. Dia juga menyebutkan, pengukuhan Adjunct Professor ini dianggap sebagai afiliasi antara UTM dan UM. ”Sinergi antara UTM dan UM akan dipermudah,” terang pria asal Padang tersebut.

Sejak resmi dilantik sebagai Adjuct Professor Februari 2017 lalu, Hadi mengatakan sudah menghasilkan lima penelitan internasional dengan membawa nama UM. Dengan begitu, secara tidak langsung, penilaian Kemenristekdikti untuk UM di bidang penelitian akan meningkat secara signifikan.

Tak hanya itu, pria yang saat ini menjabat sebagai direktur Riset Center UTM tersebut juga ingin mengabdikan dirinya untuk meningkatkan kualitas UM. ”Meskipun saya tidak dikukuhkan sebagai Adjunct Professor, saya akan tetap mengabdi untuk perbaikan pendidikan di Indonesia,” ungkapnya.



Saat ditemui Jawa Pos Radar Malang di ruang dekan FMIPA UM, Hadi menceritakan betapa dirinya ingin berkontribusi demi kemajuan dan kedamaian dua negara, yaitu Indonesia dan Malaysia. Dia melanjutkan, sebagai orang yang melihat dari luar (Malaysia), Hadi siap untuk memberikan berbagai masukan demi kemajuan pendidikan di Indonesia. ”Mari kita maju bersama demi kebaikan kedua negara,” imbuhnya.

Guru besar UTM berkewarganegaraan Indonesia itu menambahkan, dirinya siap membantu mengembangkan UM lebih baik lagi. Dia menyebutkan, UM ini berpikir inovatif dan lebih jauh ke masa mendatang. ”Saya rasa, UM harus menjadi IKIP terhebat di Indonesia,” ujarnya.
Di sisi lain, Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UM Dr Markus Diantoro MSi menambahkan, ada beberapa hal yang menjadi kriteria penetapan Prof Hadi menerima gelar Adjunct Professor. Yaitu, salah satunya, karena terjalin komunikasi yang baik antara UM dengan guru besar kimia di UTM itu.

Selain itu, Hadi tidak hanya memiliki pengalaman riset, tetapi juga managerial yang baik. Dia menyebutkan, pengelolaan UTM yang baik di bidang riset tersebut lah yang akan diadopsi oleh UM. ”Berbagai hal positif di bidang riset internasional akan dipermudah dengan adanya hal ini. Berbagai trik membesarkan UTM di level internasional akan ditularkan ke UM,” pungkas Markus.

Pewarta: Binti Nikmatur
Penyunting: Didik Harianto
Copy Editor: Arif Rohman