Ukuran Lambung Bayi Berkembang Berdasarkan Umur, Jangan Sembarang Beri Asupan Makanan

KOTA MALANG – Masyarakat Kota Malang perlu takut terhadap ukuran lambung bayi berdasarkan umurnya. Hal ini disebabkan karena masih ada sebagian masyarakat yang sudah memaksakan memberikan asupan terhadap buah hatinya. Walaupun terkadang para orang tua tahu bahwa pemberian asupan terhadap bayi harus sesuai dengan petunjuk ahli medis.

“Karena jika bayi diberikan asupan tidak sesuai dengan takarannya. Maka bisa berbahaya bagi kesehatan bayi tersebut,” ujar Kepala Puskesmas Ciptomulyo Edy Dwitanto. Ia menambahkan dalam mengurus buah hati di dua tahun pertama memang membutuhkan perhatian yang cukup ekstra.

Pemberian asupan bayi pada bulan pertama harus menggunakan ASI secara intens. Namun tidak secara berlebihan karena ukuran lambung bayi pada sebulan pertama hanya sebesar bola tenis. Memasuki bulan ke enam, bayi sudah mulai dikenalkan dengan asupan makanan lembut selain ASI karena ukuran lambung bayi mulai berkembang dengan ukuran gelas sedang.

Lebih lanjut, Edy menjelaskan memasuki usia 9 bulan hingga 12 bulan maka balita mulai dikenalkan dengan makanan setengah padat dan pengonsumsian susu karena ukuran lambung telah berkembang sebesar gelas mug. “Nah baru pada tahun pertama hingga dua tahun maka balita baru boleh diberikan makanan padat dan sedikit pengonsumsian susu karena ukuran lambungnya sudah sama dengan ukuran lambung orang dewasa,” paparnya.

Edy mengimbau kepada masyarakat Kota Malang untuk mempelajari fase-fase pemberian asupan pada bayi dan balita karena pemberian asupan yang tidak tepat akan mengganggu tumbuh kembang sang buah hati. “Potensi tertinggi pemberian asupan yang tidak tepat dan tidak sesuai dengan umurnya maka akan membuat infeksi pada lambung bayi dan balita. Jadi sang ibu harus memahami hal tersebut,” tandasnya.

Pewarta : Choirul Anwar
Penyunting: Kholid Amrullah