Ukur Lila, Cara Puskesmas Arjuno Deteksi Gizi Buruk Di Kota Malang

KOTA MALANG – Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) memang harus dijalankan oleh semua kalangan usia, tidak terkecuali para remaja putri. Germas yang rajin digalakkan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang ini bertujuan salah satunya adalah untuk mengurangi gizi buruk.

Salah satu Unit Pelayanan Teknis Dinkes Kota Malang yaitu Puskesmas Arjuno adalah yang getol mengurangi fenomena gizi buruk ini.

“Kita ingin menuntaskan masalah gizi buruk ini, karena selain berpotensi menyumbangkan kematian, juga berbahaya bagi calon ibu maupun bayi,” ujar Kepala Puskesmas yang berada di Jalan Simpang Arjuno 17, Klojen, Kota Malang, dr. Umar Usman.

Menurut data, remaja dengan gizi buruk yang ada di wilayah Kota Malang berjumlah 10 persen. kendati relatif rendah, namun Dinas Kesehatan Kota malang khususnya Puskesmas Arjuno tetap melakukan deteksi gizi buruk sedini mungkin pada remaja putri.

“Salah satu indikatornya adalah dengan melakukan pengukuran lingkar lengan atas yag disingkat dengan Lila,” lanjut Usman.

Pengukuran Lila ini menurut Usman cukup efektif untuk mengetahui apakah para remaja ini kekurangan gizi atau tidak sebagai calon ibu hamil. “Ini merupakan awal deteksi gizi buruk pada remaja,” papar Usman.

Ia menambahkan, upaya perbaikan gizi tidak bisa diselesaikan dalam waktu singkat, sehingga diperlukan langkah-langkah perbaikan jangka panjang. “Sebaiknya yang digalakkan ini adalah remaja karena gizi itu tidak bisa dikejar dalam waktu cepat,” lanjutnya.

Puskesmas Arjuno sendiri menurut Usman sudah melakukan cakupan deteksi dini mereka di beberapa wilayah di kelurahan Kota Malang seperti Penanggungan, Oro-oro Dowo, Kauman, hingga Kiduldalem.

“Ke depan Puskesmas Arjuno akan menyasar lebih dalam ke berbagai RW, akan kita kembangkan jangkauannya sehingga lebih luas,” tutupnya.

Pewarta: Elfran Vido
Foto: Elfran Vido
Penyunting : Fia