UKM Butuh Media, Media Butuh UKM

MALANG KOTA – Hubungan antara media dan usaha kecil menengah (UKM) layaknya hubungan yang simbiosis mutualisme. UKM membutuhkan media untuk promosi, sedangkan media membutuhkan UKM untuk menyampaikan hal inspiratif kepada masyarakat.

Hubungan keduanya ini yang dibahas dalam acara seminar Peran Media dalam Pertumbuhan Usaha Kecil Menengah (UKM) di 7 Chicken Co Working kemarin (6/12). Direktur Jawa Pos Radar Malang Kurniawan Muhammad menjadi narasumber tunggal pada acara seminar ini.

Pria yang akrab disapa Kum ini menyatakan, media bisa menjadi ajang UKM untuk tumbuh dan berkembang. Fungsi media adalah sebagai sarana promosi, pemasaran, dan berkoordinasi dengan pihak luar (calon konsumen). ”Apalagi, Jawa Pos Radar Malang memiliki tingkat keterbacaan sampai dua ratus ribu pembaca (data penelitian Roy Morgan) setiap hari. Jadi, sedikit banyak bisa membantu sebagai alat promosi,” ucapnya.

Dari situlah, UKM dapat menggunakan media untuk mengembangkan usaha dengan cara mudah, cepat, dan masif. Apalagi, Jawa Pos Radar Malang tak hanya koran. Tapi ada juga online, event, dan koperasi. ”Dari situlah, media bisa bersinergi dan saling memberi keuntungan. UKM butuh media, media juga butuh UKM. Begitulah,” imbuhnya.

Dalam penjelasannya, Kurniawan menyebut kenapa UKM itu butuh media. Pertama, sebagai sarana ekspose produk, menjadi creative news bagi perusahaan media, bisa menampilkan produknya di beberapa events media dan bisa menambah jaringan yang dimiliki media. ”Kami banyak kenal dengan hotel misalnya. Jadi, kami bisa bekerja sama dengan mengajak mereka berjualan di hotel tersebut,” jelasnya.



Karena itulah, dia mengungkapkan jika sebelumnya Jawa Pos Radar Malang sudah memiliki perhatikan khusus terhadap UKM. Salah satunya dengan adanya rubrik Planet UKM di Jawa Pos Radar Malang. Tapi, dalam beberapa waktu ini rubrik tersebut masih dihilangkan sementara karena adanya beberapa faktor. ”Meski begitu. Saya punya target 2019 mulai diaktifkan lagi Planet UMKM,” tandasnya.

Sementara itu, Muhammad Fahmi, salah satu pria asal Balikpapan yang kini menetap di Singosari, menyebutkan jika langkah yang digagas Jawa Pos Radar Malang itu sangat bagus. Apalagi, menurut dia, media lokal tersebut sudah banyak dikenal masyarakat. Jadi, kita sebagai pengusaha juga ikut terbantu dengan adanya hal tersebut. ”Hal itu semacam membuka celah kecil bagi kita untuk terus berkarya dalam berwirausaha dan memperkenalkannya kepada masyarakat. Jadi, kolaborasi ini saya sambut dengan baik dan semoga saja ada tindak lanjutnya,” pungkasnya.

Pewarta: Moh Badar Risqullah
Copy Editor: Dwi Lindawati
Penyunting: Irham Thoriq
Foto: Darmono