UIN Maliki Bentengi Maba dengan Filosofi Keislaman dan NKRI

MALANG KOTA – Pembekalan diri tentang ilmu keagamaan, pengetahuan, dan negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI) saat ini menjadi sangat penting. Itu karena banyaknya peristiwa yang mengaitkan ketiga hal tersebut menjadi sebuah polemik.

Berkaca dari hal tersebut, dalam Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK), Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang menanamkan pembentengan diri kepada mahasiswa baru (maba) sejak pertama memasuki lingkungan kampus.

Kemarin (14/8) menjadi hari pertama berlangsungnya rangkaian kegiatan PBAK 2017. Sejak pagi, sebanyak 3.445 mahasiswa baru UIN Maliki berkumpul di lapangan kampus untuk mengikuti pembukaan PBAK. Awalnya kegiatan dimulai dengan penampilan pantomim dan yel-yel penyemangat. Konsep ini dibuat seacara kreatif untuk menanamkan semangat NKRI.

”Salam PBAK ini menjadi cara kami untuk menanamkan semangat NKRI. Saat ini banyak oknum yang memanfaatkan agama sebagai senjata provokatif. Jadi, dalam pembukaan ini kami juga mengajarkan kedisiplinan,” terang Ketua PBAK 2017 Fakhtur Rokhman Yuharta.

Usai kegiatan di lapangan, para maba diarahkan menuju gedung pusat UIN Maliki untuk menerima materi yang merujuk pada tema PBAK, yakni ”Pribadi Ulul Albab sebagai Pilar Eksistensi dan Kemajuan NKRI”. Beberapa materi tersebut disampaikan oleh jajaran pimpinan kampus dan perwakilan menteri pertahanan.



Kepala Bagian Kemahasiswaan UIN Maliki Dr H Mujaid Kumkelo MH mengungkapkan pesan rektor untuk menanamkan filosofi pembangunan keilmuan UIN Maliki. ”Kedalaman spiritual, keagungan akhlak, keluasan ilmu, dan kematangan profesionalisme sangat ditekankan Pak Rektor kepada para maba. Kami ingin mengarahkan mereka untuk memiliki ideologi kuat,” ujarnya.

Selain itu, dalam sesi pembekalan, akan diberikan beberapa topik. Antara lain menangkal gerakan Islam radikal yang akan disampaikan perwakilan menteri pertahanan RI serta topik generasi pemuda yang berwawasan rahmatan lil alamin.

Pewarta: Octo Pratama
Penyunting: Yunan Helmi