UIN Malang Wajibkan Mahasiswa Raih Skor TOEFL Minimal 400 Sebelum Skripsi

Para mahasiswa jurusan Bahasa Inggris UIN MAlang mendapat pembekalan terkait TOEFL

KOTA MALANG – Pusat Bahasa UIN Malang menggelar orientasi Program Khusus Pengembangan Bahasa Inggris (PKPBI) bagi mahasiswa semester tiga mendatang, Selasa (21/05).

Program kebahasaan tersebut merupakan program andalan Pusat Bahasa. Bagaimana tidak, PKPBI ini menyiapkan mahasiswa UIN Malang agar mampu mencapai skor TOEFL di atas rata-rata.

“Kalian ini nantinya gratis gak ada bayar. Juga, pembimbing di sini nantinya mengajari kalian untuk mampu mendapat skor TOEFL tinggi,” ujar direktur Pusat Bahasa UIN Malang, Dr. H. M. Abdul Hamid, M.A., saat memberi sambutan di hadapan calon mahasiswa PKPBI.

Seperti diketahui, UIN Malang memang mewajibkan seluruh mahasiswanya agar mendapat skor TOEFL di atas 400 sebelum mengikuti sidang skripsi di semester akhir.

Yang membuat lebih spesial, lanjut Hamid, program kebahasaan itu hanya ada di UIN Malang. Mungkin, di sebagian universitas, menerapkan standar skor TOEFL bagi mahasiswanya. Namun, kata Hamid, hanya di kampus multilingual inilah yang mengajari dan mendampingi mahasiswanya mencapai syarat tersebut.



“Di luar mungkin ada syarat TOEFL harus berapa, tapi gak diajari. Di sini (PKPBI), ada syarat, dan kami juga ngajari,” ujarnya di hadapan calon mahasiswa pemgampu PKPBI.

Sementara itu, sekretaris PKPBI, Agwin Degaf, M.A. menjelaskan, program ini ditujukan khusus untuk mahasiswa semester tiga dari berbagai jurusan selain sastra Inggris, Pendidikan bahasa Inggris dan mahasiswa yang tergabung dalam International Class Program (ICP).

Untuk waktunya sendiri, Agwin menjelaskan, PKPBI akan berlangsung selama dua semester.

“Untuk semester pertama nantinya kami ajari General English dan bahasa Inggris yang terkait dengan jurusan mahasiswanya. Dan di semester kedua kami akan intensif mengajar mahasiswa untuk meraih skor TOEFL,” ujar dosen pengajar ilmu linguistik itu.

Pewarta: Bob Bimantara Leander
Penyunting: Kholid Amrullah
Foto: Bob Bimantara Leander