UIN Malang Siapkan Alquran Braille untuk Peserta Tuna Netra PIONIR IX

KOTA MALANG – Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang membuktikan komitmennya untuk menjujung tinggi kesetaraan dan menolak bentuk diskriminasi. Terbukti pada Pekan Ilmiah Olahraga Seni dan Riset (PIONIR) IX, sebagai tuan rumah UIN Malang telah menyiapkan Alquran braille untuk peserta cabang musabaqoh hifdzi Alquran yang tuna netra.

“Tadi siang ada yang telepon saya dari IAIN Cirebon, mereka tanya apakah boleh cabang ini diikuti peserta tuna netra? Saya jawab ya silakan, kompetisi ini tidak ada kaitannya dengan pengindraan,” terang Humas PIONIR IX, M. Edi Thoyib, MA.

Setelah melalui sambungan telepon tersebut, pihak IAIN Syekh Nur Jati Cirebon mengirimkan data siswa istimewanya tersebut. Yakni Muhammad Abdu Rokhim, yang akan beradu bakat dengan puluhan peserta lain untuk kategori 5 juz.

Ditanyai bagaimana dengan proses penilaian, Edi mengatakan tidak akan ada yang berbeda. Sebab pada kompetisi ini masing-masing peserta akan menyiapkan kemampuan hafalan Alquran.

“Nanti peserta suruh baca ayat tertentu, nggak ada bedanya sama yang baca Alquran tulisan. Mereka rata-rata sudah biasa hafalan Alquran,” tambah dia.

Lebih lanjut ia juga menegaskan bahwa ini membuktikan UIN Malang menjunjung tinggi kesetaraan dan menolak bentuk diskriminasi. Baginya tidak ada kekhususan lain selain jenis Alquran yang berbeda, semua peserta berhak berkompetisi dengan kesetaraan penilaian yang sama.

“Sekarang kan jamannya kesetaraan, nggak boleh itu ada diskiriminasi. Untuk itu pasti kita siapkan Alquran braille,” tandasnya.

Pewarta: Rida Ayu
Foto: ilustrasi dok JPRM
Penyunting: Fia