UIN Malang Dorong Civitas Akademik Kuasai Bahasa Mandarin, Kenapa?

KOTA MALANG – Universitas Islam Negeri (UIN) Maliki Malang terus mengejar ambisiusnya menjadi world class university. Salah satu caranya dengan mendorong civitas akademik baik dosen maupun mahasiswa menguasai 4 bahasa.

Yaitu bahasa Indonesia, Inggris, Arab, dan Mandarin. Keempat bahasa itu asumsinya harus dikuasai karena yang paling sering digunakan masyarakat di seluruh negara untuk berkomunikasi. Termasuk bahasa China atau mandarin.

“Tapi saat ini kami yang gencar masih bahasa inggris dan bahasa Arab. Ada beberapa dosen yang menerapkan kewajiban berbahasa asing di kelasnya, dan itu kita dorong terus,” ujar Rektor UIN Malang, Prof Dr Abdul Haris, M.Ag.

Untuk pembiasaan bahasa Inggris dan Arab kata Haris sudah mulai intensif. Bahkan sejak 2018, UIN Malang telah mengirim rutin dosen mengajar ke Universitas Al-Azhar selama 3 bulan dengan tujuan bertukar pengetahuan bahasa Indonesia, Arab maupun Inggris.

Kini bahasa mandarin lah yang akan menjadi perhatian khusus UIN Malang. Ini karena bahasa negara Cina telah melekat di berbagai aspek kehidupan seperti produk handphone misalnya.

“Belajar bahasa Mandarin ini tentunya nggak kalah penting dengan Inggris dan Arab. Hanya sekarang masih proses ya, doakan saja,” imbuh dia.

Mendorong pembiasaan itu, Haris mengaku telah menggandeng 11 mahasiswa China yang kuliah di UIN Malang. Tujuannya untuk membantu mengedukasi dan bertukar budaya dengan mahasiswa dari Indonesia maupun negara lain.

“Tahun ini ada 400 mahasiswa asing dari 32 negara. Seluruhnya kami dorong kuasai 4 bahasa. Keempat bahasa itu sangat berguna di dunia internasional,” tutupnya.

Pewarta: Rida Ayu
Foto: Rida Ayu
Penyunting: Fia