MALANG KOTA – Kota Malang meraih penghargaan lagi di tingkat nasional. Setelah Oktober 2017 meraih dua penghargaan sekaligus, yakni Wahana Tata Nugraha (WTN) dan salah satu kelurahannya masuk kategori Kelurahan Tangguh Bencana.

Kemarin (6/11) Kota Malang meraih penghargaan lagi sebagai Kota Komitmen Layak Huni.

Penghargaan yang diserahkan Sekretaris Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) RI Anita Firmanti itu langsung diterima Wali Kota Malang Moch. Anton.

Pemerintah Kota (Pemkot) Malang diberi penghargaan karena dianggap mampu mewujudkan kawasan kota yang nyaman.

Padahal, berdasarkan pengamatan Anita, banyak problem di perkotaan. Misalnya, padatnya jumlah penduduk sehingga berdampak pada bermunculannya lingkungan kumuh. Berdasarkan data dari Anita, jumlah penduduk perkotaan di berbagai daerah di Indonesia mencapai 160 juta jiwa. Angka itu lebih dari separo penduduk di Indonesia.

”Kepadatan penduduk itu imbas dari urbanisasi (perpindahan dari desa ke kota). Masalah perkotaan yang kerap muncul adalah permukiman kumuh, sampah, hingga sanitasi,” kata Anita usai menyerahkan penghargaan di kompleks perkantoran Kemen PUPR.

Anita melanjutkan, pengentasan permukiman kumuh harus menyeluruh dan melibatkan berbagai sektor. Mulai lembaga pemerintah hingga nonpemerintah.

”Juga perlu anak-anak muda yang kreatif, inovatif, dan potensial,” katanya.

Berdasarkan pengamatan Jawa Pos Radar Malang, Wali Kota Malang Moch. Anton sudah mengubah lingkungan kumuh menjadi objek wisata. Di antaranya, Kampung Warna-Warni Jodipan di Kelurahan Jodipan, Kecamatan Blimbing. Sebelum menjadi kampung tematik, kawasan tersebut merupakan lingkungan kumuh.

Tapi, kawasan itu kini sudah disulap menjadi objek wisata nasional. Dengan menonjolkan rumah-rumah penduduk yang serba berwarna-warni, kawasan tersebut memikat wisatawan untuk berkunjung.

Banyaknya wisatawan itu berdampak positif bagi warga sekitar. Selain Kampung Warna-Warni Jodipan, di Kota Malang juga ada Kampung Putih, Kampung Arema, dan Kampung 3G (Glintung Go Green).

Sementara itu, Wali Kota Malang Moch. Anton menyatakan, pihaknya berkomitmen akan terus mempertahankan Kota Malang sebagai Kota Komitmen Layak Huni.

”Bagi Kota Malang, komitmen membangun Kota Komitmen Layak Huni adalah keharusan.

Terlebih, Kota Malang telah ditahbiskan sebagai Kota Komitmen Layak Huni oleh Ikatan Arsitektur Indonesia (IAI) pada 2016,” ujar Anton di sela-sela penandatanganan komitmen membangun Kota Komitmen Layak Huni bersama 27 wali kota/bupati se-Indonesia kemarin.

Pria yang juga ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB Kota Malang itu menambahkan, Kota Malang saat ini terbukti menjadi tempat yang kondusif sehingga penduduknya merasa nyaman dan berdaya guna.

Menurut Anton, keberhasilan ini berkat komunikasi antarsektor.

”Generasi muda dan masyarakat kreatif sudah berperan. Mereka tidak mengubah secara fisik saja, tapi mindset (pola pikir)-nya juga. Pemerintah hadir untuk mendorong menjadi Kota Komitmen Layak Huni,” terang Anton.

Pewarta: Aris Syaiful
Penyunting: Mahmudan
Copy Editor: Dwi Lindawati
Layout: Radar Malang