UB Targetkan Hattrick Juara Umum Pimnas

Universitas Brawijaya (UB) optimistis bisa meraih gelar lagi pada Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) ke-30 di Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar tahun ini. Dua tahun sebelumnya, UB memang telah berturut-turut menjadi juara umum pada gelaran tahunan itu. Bila kembali juara, otomatis UB bakal merengkuh gelar hattrick.

Wakil Rektor III UB Prof Dr Ir Arief Prajitno MS mengaku, pihaknya sedang mempersiapkan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 5 Bidang untuk menyambut Pimnas.

”Ada 126 judul dari sekitar 600 mahasiswa yang akan masuk tahap monitor dan evaluasi (monev),” katanya saat ditemui Jawa Pos Radar Malang kemarin (19/5).

Ada dua tahap monev yang dilakukan untuk menggodok para calon kontingen UB ini. Pertama, monev internal, yakni mahasiswa akan di-monev oleh tim dosen yang berpengalaman di bidang PKM.

Kedua, monev eksternal, yakni mahasiswa akan di-monev oleh tim pendidikan tinggi (dikti). Dari situ akan diketahui siapa yang akan lolos menuju Pimnas.

Arief menargetkan, harus ada lebih dari 30 judul yang lolos menjadi kontingen UB di Pimnas. Sebab, dua tahun sebelumnya, UB termasuk salah satu universitas yang mengirimkan peserta terbanyak.

”Seingat saya, tahun lalu, ada 32 judul yang lolos. Pada 2015, ada 35 judul. Dan dua tahun berturut-turut, kami menjadi juara umum,” beber pria kelahiran 13 Februari 1955 ini.

Sejarah UB pada gelaran Pimnas memang bisa dibilang bagus. Sebab, hingga tahun ini, UB telah meraih gelar juara umum sebanyak lima kali. Maka dari itu, UB pun pantas optimistis pada tahun ini.

”Sebab, saat ini UB termasuk lima besar universitas terbaik di Indonesia, tepat di bawah Universitas Indonesia (UI),” kata dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan ini.

Arief membeberkan, seringnya menjuarai Pimnas karena kampusnya telah menanamkan kepada mahasiswanya untuk rajin melakukan penelitian sejak masih menjadi mahasiswa baru (maba).

”Ini karena kami punya program PKM maba. Kami pun memberikan reward. Jadi, mahasiswa sudah menjadi calon peneliti sejak muda,” ungkap alumnus Institut Teknologi Bandung (ITB) ini.

Selain bentuk dukungan dana, pihak UB langsung mengajukan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) atau mematenkan 126 penelitian dari mahasiswanya tersebut. Sebab, UB tengah getol mencari prestasi internasional. ”Saya rasa, bentuk dukungan dari rektorat ini cukup luar biasa,” pungkasnya. (viq/c3/lid)