UB Ngebet Status PTN BH, Ini Alasannya

KOTA MALANG – Kabar Universitas Brawijaya (UB) yang akan menjadi Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN BH) berhembus sejak tahun lalu. Sejumlah mahasiswa sempat memprotes karena ketakutan uang kuliah yang bakal naik. Sebab jika UB menyandang status PTN BH, maka pengelolaan keuangan dan akademik akan dilaksanakan secara otonomi.

“Saya sudah kontak dengan pak menteri, 2 kali saya presentasi di kementerian. 5 tahun ke depan rankingnya menjadi ranking 500 dunia itu baru diperbolehkan untuk PTN BH,” ujar Rektor UB, Prof Dr Ir Nuhfil Hanani AR MS.

Konsekuensi untuk merubah status PTN BH, kampus harus punya daya saing tingkat internasional. Surat permintaan PTN BH sendiri telah dilayangkan setahun yang lalu dan belum mendapat persetujuan.

“Oleh karena itu di sini saya mau membeberkan dampak positif PTN BH, biar nggak negatif saja persepsinya,” sambungnya.

Menurut Nuhfil mutu dan layanan akademik akan meningkat jika berstatus PTN BH. Sebab pengelolaan prodi bisa buka dan tutup senfiri. Dari segi otonomi pengumpulan aset, SDM, dan kerjasam pun akan lebih efektif dan cepat. Karena tak perli melapoe ke pemerintahan.



“Sebenarnya untuk syarat PTN BH itu sudah ada. Salah satunya universitas itu harus masuk kluster 1 pemeringkatan kemeristekdikti, dan UB masuk di rangking 9,” tambahnya.

Secara infrastruktur pun akan lebih mudah dan cepat. UB sendiri pada tahun 2018 memperoleh dana omzet Rp 1,4 triliun. Dengan status PTN BH diharapkan akan meningkat dengan diiringi peningkatan kualitas infrastruktur maupun akademik.

Pewarta: Rida Ayu
Ilustrasi: Rida Ayu
Penyunting: Fia