UB Jadi PTN BH, Warek: Tidak Ada Hubungannya, UKT Pasti Naik

KOTA MALANG – Bayang-bayang Uang Kuliah Tunggal (UKT) naik menghantui mahasiswa Universitas Brawijaya (UB). Itu karena UB kian berambisi mengubah status menjadi perguruan tinggi negeri berbadan hukum (PTN BH).

“Tidak ada hubungannya dengan PTN BH, UKT pasti akan naik. Justru Rektor sudah menandatangani pakta integritas bahwa nanti biaya pendidikan harus dicarikan oleh universitas sendiri,” kata Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerja Sama UB, Prof. Sasmito Djati.

Agar kenaikan berangsur pelan, dikatakannya UB akan mencari alternatif sunber dana lain. Seperti dari usaha yang tulah dibentuk baik RS UB hingga badan usaha Non Akademik (BUNA). RS UB sendiri kini telah bekerjasama dengan biofarma dalam gal kit diagnostic.

“Biofarma menambah permintaan menjadi 10 juta kit. Produksi kit ini nantinya akan masuk PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak). Sehingga peran UKT dalam PNBP semakin kecil,” tambahnya.

Sementara itu, Rektor UB Prof Dr Ir Nuhfil Hanani, AR, MS mengatakan nantinya pihak yang menentukan UKT saat PTN BH adalah Majelis Wali Amanat (MWA). Dalam majelis itu ada perwakilan mahasiswa dan tokoh masyarakat yang lebih transparan.



“Mengurus UKT didasarkan pada BKT (Biaya Kuliah Tunggal) itu yang paling fair. Jadi naik tidaknya UKT nanti ya tergantung pendapatan universitas,” tandasnya.

Pewarta: Rida Ayu
Foto: Rida Ayu
Penyunting: Fia