Selama memimpin UB, apa yang sudah Anda capai?
Pada 2016, UB dinobatkan sebagai PTN badan layanan umum (BLU) terbaik se-Indonesia. Sedangkan dalam bidang keterbukaan informasi publik (KIP), tahun 2015 UB ranking 1, 2016 (UI ranking 1 dan UB ranking 2), tahun 2017 UB menjadi universitas terbaik atau ranking 1 untuk kategori perguruan tinggi negeri/perguruan tinggi swasta (PTN/PTS).

Prestasi lainnya?
UB merupakan institusi pertama dari Indonesia yang memenangkan Institutional Award Asian English Olympic (AEO) sejak 2012. Kompetisi itu diikuti sebanyak 678 peserta dari 119 institusi di 11 negara se-Asia. Pada 2018 ini, kami berhasil membawa pulang piala bergilir. Sebelumnya, kompetisi itu dimenangkan Universitas Petronas, Malaysia, pada 2017.

Bagaimana ceritanya UB bisa mengalahkan perguruan tinggi bergengsi lain di dunia?
Tentu hal itu tidak diraih dengan gampang. Ada pencapaian delegasi-delegasi di enam cabang lomba AEO. Enam dari delapan cabang yang dimenangkan delegasi asal UB tersebut di antaranya, Radio Drama, Spelling Bee, Speech, Debate, Story Telling, dan Newscast.

Ke depan, Anda ingin UB seperti apa?
Sesuai visi dan misi UB, ya mewujudkan sebagai world class dan entrepreneur university. Setidaknya pada 2025, UB sudah mempunyai daya saing di Asia dan global.

Apa yang sudah Anda siapkan untuk mewujudkan impian itu?
Secara umum, kami memiliki dua agenda besar. Yakni, revitalisasi dan penyehatan birokrasi. Pendekatannya menggunakan manajemen OSDAT. Itu kepanjangan dari Organisasi, Sistem, Dijalankan, Audit, dan Tindaklanjut. Organisasinya dibenahi, sedangkan sistemnya dirancang berbasis IT (information and technology). Sistem berbasis IT dibutuhkan untuk mengontrol agar manajemen efektif, efisien, transparan, dan akuntabel.

Lantas, bagaimana dengan peningkatan kualitas mahasiswanya?
Untuk wilayah akademik, kami juga sudah menyiapkan beberapa program peningkatan mahasiswa. Misalnya memperpendek masa studi dan masa tunggu. Selama proses perkuliahan, juga kami atur dengan model pembelajaran maju dan menyenangkan (mass class room). Kami juga memiliki program 3 in 1. Yakni, satu mata kuliah diajar tiga dosen. Satu dosen dari internal UB, satu dosen dari praktisi sesuai bidang studi, dan satu dosen lagi dari luar negeri.

Percepatan masa perkuliahan itu hanya untuk mahasiswa S-1?
Tentu tidak. Percepatan itu juga berlaku untuk program doktor dan guru besar. Kami ingin UB memiliki lebih banyak guru besar lagi. Sedangkan dari sisi kelembagaan, kami menyiapkan program percepatan dan peningkatan akreditasi nasional dan internasional, serta peningkatan pemeringkatan nasional maupun internasional.

Untuk meningkatkan kualitas mahasiswa, apa sudah diimbangi dengan fasilitas pendukung?
Kami memiliki laboratorium lapang yang akan terus dikembangkan. Di antaranya, ada pabrik mini porang, pabrik mini herbal, Animal Center, laboratorium Model Test, pabrik mini Atsiri, rumah jamur, bank benih, pabrik mini kopi UB Forest, taman lebah, taman bambu, dan inseminasi buatan. Peralatan di beberapa laboratorium tersebut akan dilakukan modernisasi melalui Program Kompetisi Peningkatan Mutu dan Relevansi Laboratorium (PK PMRL).
Selain itu, ada program peningkatan pusat-pusat penelitian yang sudah bekerja sama dengan universitas mancanegara. Hal itu sudah diwujudkan terhadap PB Center (Pouthmoute Brawijaya Center) dan berhasil.

Pewarta: Imarotul Izzah
Penyunting: Mahmudan
Copy Editor: Dwi Lindawati
Foto: Darmono