MALANG KOTA – Para guru besar dan doktor di Universitas Brawijaya (UB) benar-benar dimanjakan. Mereka yang mampu membuat satu jurnal internasional dapat ”hadiah” Rp 100 juta. Inilah cara UB untuk merangsang para doktor atau lektor agar mau menulis. ”Problemnya bagaimana menggerakkan para dosen yang sudah doktor maupun yang sudah lektor itu untuk mau menulis. Supaya mau menulis diberi reward,” ujar Ketua Senat UB Prof Dr Ir Arifin MS saat ditemui di gedung Widya Loka UB kemarin.

Lebih lanjut dia menjelaskan, reward nanti akan dibedakan sesuai pangkat para dosen. Semisal untuk guru besar yang bisa mem-publish jurnal adalah Rp 100 juta per orang. Sedangkan, untuk doktor yang sudah lektor kepala, reward yang diberikan sebesar Rp 50 juta per orang. Sementara itu, reward untuk doktor yang menjabat lektor adalah Rp 25 juta.

Targetnya sendiri adalah publikasi internasional Scopus. Seperti yang diketahui, pemerintah melalui Kemenristekdikti telah menargetkan standar acuan publikasi ilmiah pada jurnal-jurnal internasional yang telah terindeks Scopus.

UB sendiri telah menerapkan kebijakan penulisan karya ilmiah internasional berstandar Scopus bagi para dosen dengan jenjang pendidikan doktor (S-3). Aturan main ini sudah dibuat oleh senat.

”Bulan ini, peraturan itu sudah dilaksanakan. Rektor mempunyai kewajiban untuk melaksanakan. Dan rektor sudah mengalokasikan anggaran di 2019,” ujarnya. Arifin menyatakan, anggaran itu diperkirakan sekitar Rp 16 miliar–Rp 18 miliar.

Sementara, dari data tahun sebelumnya, Rektor UB Prof Nuhfil Hanani menyatakan, angka jurnal yang terindeks Scopus ada 1.054. Dari rentang 14 tahun, sejak 2005, capaian 2018 sudah yang paling tinggi. Di tahun 2017 sendiri, ada 741 jurnal yang terindeks Scopus.

”Tentulah, nanti 2019 sebisa mungkin angka jurnal naik dan jumlah guru besar harus naik pula,” kata Nuhfil.

Di tahun 2019 sendiri misalnya, hingga Februari sudah bertambah enam guru besar.  ”Insya Allah tahun ini bisa menambah 15 orang,” jelas Nuhfil. Sebab saat ini ada 24 orang yang sedang menunggu proses jadi gubes. ”Kalau separonya saja dari 24 ini bisa jadi gubes ditambah enam gubes baru, maka bisa dapat 18 gubes,” kata dia.

Pewarta               : Sandra
Copy Editor         : Amalia Safitri
Penyunting         : Abdul Muntholib