Uang di Rekening Bank Mandiri Belum Kembali? Simak Cara Mengurusnya

JawaPos.com – Bank Mandiri dilaporkan bermasalah dengan sistemnya yang menyebabkan saldo nasabah berkurang dan bertambah secara drastis pada Sabtu (20/7) pagi. Bank Mandiri sebelumnya menjanjikan sistemnya bakal pulih dalam waktu dua hingga tiga jam. Itu berarti, sore ini saldo nasabah seharusnya kembali pulih. Lantas, bagaimana jika ada rekening yang belum normal?

Corporate Secretary Rohan Hafas menyampaikan, nasabah tidak perlu khawatir kehilangan uangnya. Bank Mandiri punya komitmen untuk mengembalikan semua data itu. “Saldo nasabah akan kembali seperti sedia kala. Kami jamin uang bapak dan ibu aman. Nanti bisa dicek kembali,” ujarnya di jumpa pers terkait erornya sistem bank Mandiri di Jakarta, Sabtu (20/7).

Bila uang belum kembali dalam tempo yang sudah dijanjikan, yakni dua hingga tiga jam, nasabah bisa melapor ke cabang bank Mandiri terdekat. Selain mengadukan langsung ke bank, jalur lain juga bisa ditempuh yakni dengan email ke mandiricare@bankmandiri.co.id atau melalui call center ke nomor telepon 14000.

“Di kantor cabang akan ditampung keluhan, memastikan uang aman dan dicek kembali,” kata Rohan.



Sementara bagi nasabah yang saldonya bertambah secara drastis dan belum kembali dalam waktu yang dijanjikan, bank Mandiri akan menghubungi nasabah secara langsung. Rohan memaparkan, bank memiliki data lengkap terkait nasabah.

Melalui data itu, pihak bank bisa meminta nasabah untuk mengembalikan uang yang bukan miliknya. Data transaksi akan menunjukkan saldo akhir rekening nasabah. “Nasabah akan dihubungi secara langsung. Bank punya data saldo atau transaksi terakhir yang dilakukan,” tukas Rohan.

Sebelumnya diberitakan, uang pemilik rekening Mandiri tiba-tiba berkurang sendiri meski tidak bertransaksi apapun. Tidak hanya itu, ada pula yang bertanya-tanya kenapa uang di rekening Bank Mandiri miliknya tiba-tiba bertambah. Jumlah uang yang berkurang atau bertambah beragam. Ada yang sampai puluhan juta.

Dijelaskan pihak bank Mandiri, erornya sistem bank Mandiri menimpa 10 persen nasabah terjadi saat sedang dilakukan maintenance atau perawatan. Perawatan dilakukan dari core system ke backup system. Hal tersebut lumrah dilakukan sebagai upaya melakukan backup data nasabah.

Masih terkait dengan erornya sistem, pihak bank Mandiri memastikan bahwa hal ini tidak ada kaitannya dengan serangan siber. Hal ini dikatakan hanya eror biasa yang berkenaan dengan proses copy data.