Tutup Seluruh Pabrik Ponsel, Samsung Hengkang dari Pasar Tiongkok?

JawaPos.com – Samsung menutup pabrik ponsel terakhirnya di Tiongkok. Bangunan yang berlokasi di Huizhou, Guangdong, itu merupakan pabrik ponsel ketiga sekaligus yang terakhir yang ditutup Samsung. Dua pabrik lainnya yang terletak di Shenzhen dan Tianjin sudah ditutup lebih dulu pada 2018 lalu.

Dengan ditutupnya seluruh pabrik ponsel Samsung di Tiongkok, apakah hal tersebut berarti Samsung keluar dari pasar Tiongkok dan menyerah dengan produsen ponsel lokal di sana? Tidak. Samsung tetap akan berjualan ponsel kendati pabriknya sudah ditutup.

Samsung di Tiongkok akan tetap berjualan ponsel dengan metode original design manufacturer (ODM) untuk perakitan ponselnya. Secara sederhana, selain mengimpor, Samsung akan terus memproduksi smartphone di Tiongkok dengan mengalihdayakan pekerjaan ke produsen desain asli (ODM).

ODM berbeda dari original equipment manufacturer (OEM) atau produsen peralatan asli yang mengirimkan smartphone yang dirancang dan dikembangkan oleh kontraktor. Pembuat ODM bertanggung jawab atas semua proses mulai dari desain dan pengembangan hingga produksi akhir.

Ilustrasi: Pabrik Samsung terbesar yang belum lama ini di buka di India. (HindustanTimes)



Seperti sudah disinggung di atas, Samsung mengonfirmasi bahwa pabriknya di Huizhou, provinsi Guangdong, berhenti beroperasi pada 30 September, menyusul penutupan pabrik lain di Tianjin pada Desember 2018. Keputusan Samsung untuk menutup pabrik ponsel di Tiongkok dibuat ketika pangsa pasarnya di Tiongkok turun sampai di bawah 1 persen dengan biaya tenaga kerja yang terus melonjak.

Pangsa pasar Samsung di Tiongkok sendiri diketahui sebesar 20 persen pada 2013. Angka tersebut cepat menurun karena Samsung menghadapi tantangan dari para pembuat ponsel lokal, seperti Huawei, Xiaomi, dan Oppo.

Samsung mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pihaknya akan merelokasi kapasitas produksi pabrik Tiongkok ke manufaktur global lainnya. Sebagian besar fasilitas produksi dari pabrik Tiongkok yang ditutup diharapkan pindah ke pabrik di India dan Vietnam. Menurut laporan media setempat, pabrik Huizhou yang didirikan pada 1992 dapat memproduksi lebih dari 60 juta telepon pada 2017.

Sebuah sumber industri mengatakan kepada Asia Times sebagaimana JawaPos.com kutip pada Selasa (8/10) bahwa setelah menghentikan operasi pabrik di Tiongkok, Samsung akan memproduksi smartphone kelas bawah untuk pasar Tiongkok melalui ODM. “Produksi ODM tidak akan cukup untuk menutupi pasar Tiongkok. Ponsel termasuk yang canggih, akan diimpor ke pasar Tiongkok dari Vietnam atau India,” ujar sumber tersebut.

Samsung sendiri saat ini sudah meluncurkan ponsel ODM pertamanya, Galaxy A6s, di pasar Tiongkok pada November lalu. Untuk memperluas produk ODM tahun ini, Samsung meluncurkan A10 di India dan Vietnam serta A60 di Tiongkok tahun ini.

Para pakar industri mengharapkan Samsung untuk memperluas produksi smartphone ODM-nya. Kim Joon-hwan, seorang analis industri di Hanwha Investment and Securities, mengatakan dalam sebuah laporan baru-baru ini bahwa smartphone dengan harga menengah dan rendah sudah tampil mewah, sehingga sulit untuk menghargai perbedaan antara smartphone high-end dan low-end.

“Produsen smartphone Korea Selatan, termasuk Samsung, dengan demikian akan memperkenalkan produksi ODM dengan sungguh-sungguh untuk bertahan hidup. Produksi ODM Samsung Electronics, yang hanya tiga persen pada 2018, diperkirakan akan meningkat di masa depan,” jelas Kim.

Menurut orang dalam industri, IHS Markit memperkirakan bahwa Samsung akan memperluas produksi ponsel pintar ODM menjadi 20 persen dari total produksi ponsel cerdas tahun depan. Sampai saat ini, Samsung menolak mengomentari rencananya untuk produksi ODM.

Sementara dilansir dari laman IndianExpress, setelah memutuskan menutup pabrik ponselnya di Tiongkok, Samsung rencananya akan mengalihkan produksi ke Vietnam dan India. Di Vietnam Samsung memiliki lebih dari 200 ribu tenaga kerja. Menurut laporan Nikkei Asia, setengah dari sekitar 292 juta handset Samsung diproduksi di negara tersebut.

Di negeri Gangga, India, pada Juli tahun ini, Samsung juga mengumumkan pembukaan pabrik telepon seluler terbesar di dunia di Noida, Uttar Pradesh. Pabrik ini memiliki kapasitas maksimum untuk memproduksi 120 juta ponsel per tahun. Samsung juga memiliki pabrik di Tamil Nadu di India untuk pembuatan ponsel.

Fasilitas produksi itu dibuka di Sektor 81, Noida, Uttar Pradesh. Ini merupakan tambahan fasilitas manufaktur Samsung yang ada di Noida. Perusahaan diketahui telah memiliki manufaktur di India selama lebih dari dua dekade.