Tur Banjarmasin tanpa Duo Sayap

MALANG KOTA – Tim pelatih Arema FC Joko ”Gethuk” Susilo harus memutar otak lebih keras lagi saat melawan Barito Putera pada Rabu (23/8). Dua bek sayap, yakni Syaiful Indra Cahya dan Benny Wahyudi harus absen dalam laga tersebut. Keduanya absen karena terakumulasi kartu kuning.

Hal ini tentu alarm bagi Arema FC untuk mempersiapkan pemain lain jika tidak ingin lini belakang keteteran. Apalagi, keduanya merupakan pemain serbabisa yang kadang dimainkan di bek kanan dan bek kiri.

Kondisi ini sebenarnya tidak jauh berbeda saat Arema FC melawan Persib Bandung (12/8) dan Persiba Balikpapan (18/8) di babak pertama Liga 1. Ketika itu, bek sayap yang lain, yakni Johan Alfarizie absen karena cedera.

Gethuk ketika itu menjadikan Hendro Siswanto sebagai pemain belakang. Biasanya, Hendro adalah pemain tengah. Sedangkan Benny Wahyudi yang biasa menjadi bek kanan beralih menjadi bek kiri. Syaiful Indra dari bek kanan berubah menjadi stoper. Sedangkan pemain baru Ahmet Atayew menjadi kreator gelandang bertahan.

Hasil ”olahan” Gethuk tersebut cukup bagus, yakni bisa membawa Arema menang 3-0 atas Beruang Madu–julukan Persiba Balikpapan. Lalu, bagaimana langkah yang akan diambil Gethuk melawan Barito Putera nanti? ”Yang jelas kami harus bisa memaksimalkan pemain yang ada,” kata Gethuk usai latihan di lapangan Champions Futsal, Dieng, kemarin, kepada Jawa Pos Radar Malang.



Apakah nanti akan memasang Hendro atau Junda Irawan, dia menyebut semua pengganti ini telah siap. Sedangkan soal Junda yang kerap mendapatkan kritik karena penampilannya kurang maksimal, Gethuk juga tidak khawatir. ”Kami harus percaya dan memberikan kepercayaan ini pada pemain lainnya,” kata pelatih berusia 46 tahun itu. ”Kami percaya itu dan bisa memainkan Hendro di kanan atau memainkan Junda. Sudah saatnya kami memberi kepercayaan penuh kepada pemain,” ungkap pelatih dengan lisensi A AFC ini.

Bagi dia, aneka macam eksperimen tersebut bukanlah kendala bagi tim ini untuk tampil maksimal. ”Kami kesampingkan semua, yang penting kami konsentrasi pada pertandingan,” ungkap dia.

Melawan Barito Putera, tentu tidaklah mudah. Saat ini tim berjuluk Laskar Antasari tersebut berada di posisi 10 dengan raihan 27 poin dari 19 pertandingan. Dua tingkat di bawah Arema FC yang ada di posisi 7 dengan 30 poin dari 20 pertandingan. Barito Putera juga mempunyai jeda istirahat yang lebih lama dibanding Cristian ”El Loco” Gonzales Cs.

Mereka terakhir bermain pada 11 Agustus saat bertandang melawan Mitra Kukar. Barito Putera ketika itu kalah 3-2 dari pertandingan ke-19 yang dijalani. ”Keuntungan Barito saat ini adalah bermain home, mereka juga mempunyai jeda istirahat yang panjang. Seharusnya tanggal 17 Agustus main, tapi mereka tidak,” terang pria asal Cepu ini. Lawan kali ini tentu lebih segar dibandingkan penggawa Arema. Arema FC hanya punya jeda waktu efektif 2 hari, kemarin (19/8) dan hari ini (20/8).

Karena besok (21/8), Ahmad Bustomi dkk sudah harus berangkat ke Banjarmasin. ”Karena itu, hari ini (kemarin) kami recovery dan besok (hari ini) kami akan rekondisi karena waktunya tidak ada lagi, memang kami korbankan latihan pada taktik bermain. Hal itu harus dilakukan karena kalau tidak, tentu kondisi kami yang tidak bisa maksimal saat bertanding,” ungkap Gethuk.

Kemenangan 3-0 atas Persiba itu saat ini juga mengatrol mental pemain. ”Secara psikologis, kemenangan itu (saat melawan Persiba) sangat berpengaruh, ini menjadi modal pemain nanti,” tandas Gethuk.

Pewarta: Aris Dwi
Penynting: Irham Thoriq
Copy Edtor: Dwi Lindawati
Foto: Doli Siregar