Tuntaskan ODF, Geber Program Genta Baja

KEPANJEN – Fenomena buang air besar sembarangan atau biasa diistilahkan dengan open defecation free (ODF) masih menjadi polemik di Kabupaten Malang. Untuk mengurainya, ada program Gerakan Serentak Membangun Jamban (Genta Baja) yang diinisiasi dinas kesehatan (dinkes).

Dengan program tersebut, mereka berharap mengentaskan ODF di Kabupaten Malang. Data di dinkes mencatat, dari 390 desa dan kelurahan yang ada, baru 104 di antaranya yang sudah 100 persen terbebas dari ODF.

Artinya, masih ada 286 desa dan kelurahan yang masih belum lepas dari kebiasaan tersebut. Bupati Malang H.M. Sanusi memastikan bila pihaknya terus berupaya meningkatkan angka bebas ODF tersebut.

”Salah satu tugas pemerintah adalah menghadirkan fasilitasnya, yaitu jamban,” kata Sanusi usai me-launching program Genta Baja di Kantor Bupati Malang Kepanjen kemarin (21/10).

Dengan target penyelesaian ODF pada tahun 2020 mendatang, maka harapannya di tahun selanjutnya sudah tidak ada lagi temuan kasus stunting di Kabupaten Malang. Kedua kasus tersebut digadang-gadang memang berkaitan.

Data Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Malang mencatat saat ini masih terdapat 50 ribu warga kabupaten yang belum buang air di jamban. ”2020 (ODF) sudah harus tuntas, jadi 2021 sudah bisa zero stunting,” tegasnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinkes Kabupaten Malang dr Ratih Maharani menuturkan bahwa kesadaran masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat adalah tantangan terbesar bagi mereka.

”Akses jamban sehat di Kabupaten Malang sebenarnya sudah meningkat, saat ini ada pada persentase 91,5 persen. Jadi sisanya sekitar 8,5 persen atau sekitar 50 ribu kepala keluarga (KK) yang harus kami giring supaya mengakses jamban sehat,” kata Ratih.

Wanita yang sebelumnya menjabat sebagai sekretaris dinkes itu menambahkan bahwa perubahan perilaku menjadi kunci untuk menyukseskan program ODF. ”Pendampingannya tidak cukup sampai edukasi dan penyediaan fasilitasnya saja, namun mereka juga harus punya kesadaran untuk mengubah perilaku,” imbuhnya.

Pewarta : Farik Fajarwati
Copy Editor : Amalia Safitri
Penyunting : Bayu Mulya