Tunggu Surat Resmi, Tersangka Korupsi Dana Kesehatan Kabupaten Malang Masih Berkeliaran

MALANG – Tersangka Korupsi Dana Kaptasi BPJS Kesehatan Kabupaten Malang, Abdurrachman diketahui masih berkeliaran alias tidak ditahan. Mantan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang itu diketahui masih aktif sebagai Direktur Umum RSUD Kepanjen.

Menanggapi hal tersebut Bupati Malang, H.M Sanusi mengatakan ia belum bisa menginstruksikan untuk dilakukan penangkapan meskipun statusnya sudah tersangka. Sanusi mengaku masih menunggu dan menghormati proses hukum dari Kejaksaan Negeri Kabupaten Malang.

“Ya surat resmi sebagai tersangka belum ke saya. Tapi dipemberitaan memang sudah ada. Tapi suratnya belum sampai ke saya Tunggu saja,” tuturnya.

Seperti diketahui, Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Malang, Abdul Qohar AF mengatakan kalau Abdur masih tak kunjung ditangkap karena pertimbangan penyidik, Senin (12/1).

Namun, lanjut ia, jika surat terkait penetapan tersangka itu resmi diserahkan ke Pemkab Malang, Sanusi bakal langsung menonaktifkan tersangka korupsi dana sebesar Rp 8 miliar lebih itu sebagai Dirut RSUD Kepanjen.

“Ya nanti kalau sudah turun suratnya resmi ke saya, akan langsung saya nonaktifkan dan bakal diganti dengan Plt di RSUD Kepanjen atau nanti ada job fit tes ke dokter-dokter lainnya untuk menggantikan posisi posisi dirut,” ujar Sanusi.

Terkait turunnya surat resmi itu sendiri, Sanusi tidak menjawab secara jelas kapan tepatnya surat resmi ke Pemkab Malang.

“Belum hari ini. Nanti nunggu saja. Saat ini belum nunggu kejaksaan,” tukasnya.

Sebagai informasi, Kejaksaan Negeri Kabupaten Malang telah menetapkan dua tersangka dalam dugaan korupsi anggaran Kapitasi BPJS Kesehatan untuk puskesmas sebesar Rp 8 miliar lebih.

Kedua tersangka tersebut merupakan mantan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Abdurrachman dan mantan Kasubag Keuangan Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Yohan Charles L.SE, yang sudah dalam proses penyidikan selama kurang lebih 1 tahun.

Dana korupsi Rp 8 miliar itu merupakan tabungan hasil penguntitan kedua tersangka setiap bulan. Setiap bulannya dana Kapitasi BPJS Kesehatan ke 39 puskesmas diambil 7 persen per-puskesmas. Hal itu mereka lakukan berdua selama kurun waktu 2015 sampai 2017.

Pewarta: Bob Bimantara Leander
Foto: Bob Bimantara Leander
Penyunting: Fia