Tunggu Izin Investasi Turun, Bersiap Geber Pembangunan

KEPANJEN – Wacana masuknya investor untuk menggarap area Waduk Selorejo di Kecamatan Ngantang mulai beranjak ke tahap yang lebih serius. Kemarin (16/1) delegasi pihak investor dari PT Pramesco Jaya Wijaya menggelar pertemuan dengan Pemkab Malang di ruang Anusapati Gedung Setda Kabupaten Malang. Perwakilan investor menuturkan bahwa saat ini mereka tengah menunggu turunnya izin investasi dari pemkab. ”Kami akan secepatnya melaksanakan bersama tim, rencananya pada Februari mendatang sudah mulai action,” kata Direktur PT Pramesco Jaya Wijaya Agus Anafi.

Ditemui usai pertemuan, Agus menuturkan bahwa nantinya akan ada beberapa project yang akan dikembangkan di kawasan Waduk Selorejo. Di antaranya, cable car, bamboo resort, wisata kebun durian, resort, wahana air mancur menari, budi daya mina padi, omah nelayan, pengembangan di sektor properti, serta rumah sakit. ”Yang komersil, kami akan membangun rumah sakit dan hotel bintang 5 dengan 27 lantai. Termasuk juga kami akan mengembangkan pabrik air minum dan susu di wilayah Kecamatan Kasembon,” kata Agus.

Ngantang sendiri dipilih oleh pihak investor karena memiliki potensi yang luar biasa. ”Kami pilih Ngantang karena pertama potensi udaranya bagus. Alamnya juga luar biasa dengan landscape danau dan bukit yang ada di sana. Begitu pun masyarakatnya,” tambah dia. Dengan target eksekusi pada Februari, selain butuh dokumen izin dari pemkab, Agus juga menuturkan bahwa saat ini pihaknya sedang dalam proses pencairan dana dari investor yang berasal dari Kanada.

”Makanya di sini juga kami hadirkan perwakilan investor asing seperti dari Belanda dan Korea Selatan. Dengan harapan mereka akan men-support PT Pramesco. Jika nantinya investasi ini akan berkembang lebih dari Rp 10 triliun untuk tahap awal,” jelasnya. Untuk lahan, Agus mengklaim bahwa saat ini pihaknya telah berkomunikasi dengan masyarakat sekitar dan Perhutani.

Beberapa bidang lahan yang telah mereka bebaskan di antaranya di Desa Mulyorejo, seluas 172 hektare dan 5,5 hektare di Desa Sumberagung. ”Selain itu, juga tanah desa di (Desa) Mulyorejo seluas 18 hektare. Tanah Desa Mulyorejo yag dijual untuk dibeli seluas 150 hektare dan tanah desa yang dibeli untuk keperluan dairy farm (peternakan) seluas 50 hektare. Semuanya sudah ada tanda ikatan,” tambahnya.

Sementara itu, representatif investor dari Kanada yang diwakilkan oleh Agus Salihudin, menuturkan bahwa investasi yang mereka terima nantinya adalah murni dalam bentuk pinjaman atau loan. Karena itu, masyarakat sekitar tidak harus menjual lahan yang nantinya akan terimbas pembangunan yang mereka kerjakan. ”Jadi, pemilik proyeknya adalah PT Pramesco, dan sifatnya murni sebagai pure loan. Makanya investor tidak akan pernah mengambil alih lahan milik warga karena sifatnya hanya pinjaman,” jelas Agus.

Terpisah, Bupati Malang Drs H.M. Sanusi MM menuturkan bahwa pihaknya menyambut dengan tangan terbuka kedatangan investor ke wilayah Kecamatan Ngantang. ”Tinggal masyarakatnya yang harus yakin karena kadang kalau mau ada inovasi untuk mengembangkan daerah itu mesti negatifnya dulu yang dipikir, bukan kebaikannya. Nah, kalau tidak ada inovasi ya kehidupan masyarakat tidak akan pernah ada perubahan,” imbau dia.

Sebagai bentuk komitmen, Sanusi pun secara tegas memastikan bahwa seluruh proses perizinan yang berhubungan dengan penanaman modal di Kabupaten Malang tidak akan dipersulit. ”Selama persyaratannya lengkap dan tidak bertentangan dengan aturan, saya pastikan sehari sudah jadi (perizinan),” tegasnya. Dengan masuknya investor ke Ngantang, dia berharap pemerataan pembangunan di wilayah Kabupaten Malang bisa tercapai. ”Masyarakat pasti akan dilibatkan di dalamnya karena itu salah satu kesepakatan yang harus dipenuhi jika ada investor yang masuk ke kabupaten. Side effect-nya supaya masyarakat sekitar bisa lebih maju, kreatif, dan inovatif,” tutupnya.

Pewarta : Farik Fajarwati
Copy Editor : Dwi Lindawati
Penyunting : Bayu Mulya