Tunda Buka Jalan Jatibaru, Begini Ultimatum Ombudsman ke Anies






JawaPos.com – Penundaan peresmian Jembatan Penyebrangan Multifungsi (JPM) atau skybridge Tanah Abang, Jakarta Pusat terus terjadi. Hal ini disayangkan oleh Ombudsman Perwakilan Jakarta yang terus diberikan janji manis Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Karena selama ini, Ombudsman meminta Pemprov DKI Jakarta segera membuka Jalan Jatibaru, Tanah Abang.





Ketua Ombudsman Perwakilan Jakarta Raya, Teguh P Nugroho menyatakan untuk kelancaran komunikasi, dia meminta untuk diundang setiap rapat terkait skybridge. Namun terakhir ini baru terkait soft launching beberapa waktu lalu.





“Setelah itu ada undangan terkait koordinasi dengan PT KAI dan setelah itu belum ada koordinasi lagi, untuk rapat ya. Tapi, kalau koordinasi personal dilakukan oleh asisten saya dengan teman-teman Pemprov,” jelasnya saat dihubungi, Rabu (31/10).



Jalan Jatibaru masih ditutup karena pembangunan Skybridge Tanah Abang, Jakarta Pusat (Reyn Gloria/ JawaPos.com)





Teguh menegaskan apabila adanya penundaan-penundaan peresmian, Ombudsman akan memanggil pihak Pemprov DKI Jakarta. Tidak terkecuali pihak PT KAI yang tengah menuai kontroversi karena sulitnya perizinan jalan penghubung Stasiun Tanah Abang dengan skybridge.





“Kami mempertanyakan mengapa ada penundaan grand opening lagi begitu. Jangan sampai ini tertunda-tunda lagi, dan kemudian para pedagang yang di atas nanti pindah ke bawah lagi,” ungkap Teguh.





“Kalau mereka tidak bisa koordinasi nanti kami akan panggil mereka lagi lah untuk melakukan koordinasi di Ombudsman,” tambahnya.






Pihak-pihak yang akan dipanggil oleh Ombudsman antara lain PT KAI, PD Pembangunan Sarana Jaya, Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya. Jika tidak dapat terselesaikan koordinasi di tingkat internal, maka Teguh menawarkan agar penyelesaian dilakukan bersama Ombudsman.






“Kami berharap koordinasi dilakukan secepatnya karena ini bagian dari pelayanan publik, jangan sampai pelayanan publik terhambat karena masalah koordinasi diantara mereka,” pungkasnya.





Seperti yang diketahui sebelumnya pihak PD Pembangunan Sarana Jaya menjanjikan penyelesaian pada 15 Oktober 2018, namun yang ada hanyalah soft launching. Lalu, pada saat soft launching pihak BUMD tersebut menjanjikan lagi skybridge selesai pada akhir Oktober, namun ternyata tidak ada kejelasan.





(rgm/JPC)