Tulusrejo, Juara berkat Juminten-Juminto dan Menjes

MALANG KOTA – Dulu Kampung Kebangsaan di Kelurahan Tulusrejo, Kecamatan Lowokwaru, ini tergolong sebagai kawasan kumuh. Tapi, kini kondisinya berubah 180 derajat. Kampung Kebangsaan bahkan memberi andil atas keberhasilan Kelurahan Tulusrejo meraih juara I Otonomi Award Lurah Camat 2019.

Lurah Tulusrejo Nina Sudiarty menyatakan bahwa perubahan yang terjadi pada Kampung Kebangsaan tak lepas dari peran aktif warga. Semangat mereka muncul ketika Pemkot Malang menggelar Lomba Kampung Tematik: Festival Rancang Malang pada 2016.

”Yang membanggakan, warga mewujudkan Kampung Kebangsaan ini secara swadaya,” kata Nina.

Kelurahan Tulusrejo memang tidak mendapatkan penghargaan apa pun pada lomba itu. Tapi, semangat warga untuk mengikis predikat kampung kumuh tetap ada sampai sekarang ini.

Lantas, apa saja kelebihan Kampung Kebangsaan? Nina menyebut, warga Kampung Kebangsaan punya sejumlah program. Salah satunya Tangguh Mandiri.

Lewat program ini, warga mendapatkan pelatihan tanggap bencana dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang. Materi pelatihannya, mulai dari antisipasi bencana banjir, gempa, hingga kebakaran. ”Tulusrejo memiliki titik kumpul di kantor kelurahan, lapangan Cengger Ayam, dan Jalan Bukirsari. Jadi, kalau ada bencana, warga sudah tanggap,” terang Nina.

Program berikutnya adalah Juminten dan Juminto. Yakni, program kesenian berupa pelatihan gerak dan tari. Juminten dan Juminto diikuti 34 ibu-ibu dan 22 bapak-bapak .

Ketua Badan Keswadayaan Masyarakat Bebarengan Ndandani Ekonomi Tulusrejo (BKM Betul) Sugeng Prajitno menyatakan, warga berlatih setiap satu bulan sekali. ”Kami membentuk Juminten dan Juminto sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya,” ujar Sugeng.

Di samping Juminten dan Juminto, ada pula Jumini. Yakni, program edukasi untuk anak-anak Kelurahan Tulusrejo di bidang edukasi. Setiap Sabtu malam, anak-anak Kelurahan Tulusrejo belajar bahasa Inggris dan bahasa Jawa.

Adapun untuk produk UKM, Kampung Kebangsaan mengandalkan Keripik Menjes. Keripik produksi kampung ini sudah dipasarkan hingga ke Hongkong dan Taiwan. Melalui warga Kelurahan Tulusrejo yang menjadi TKI/TKW di dua negara itu.

Para TKI/TKW itu biasa membawa Keripik Menjes sebagai oleh-oleh untuk majikannya. ”Ternyata mereka suka. Jadi, banyak yang pesan keripik menjes,” ungkap Sugeng.

Pewarta : nr4
Copy Editor : Dwi Lindawati
Penyunting : Indra Mufarendra
Fotografer : Rubianto