Tujuh Mahasiswa IBU Terbang ke Thailand

MALANG – Target IKIP Budi Utomo (IBU) menembus negara-negara ASEAN dimulai.  Selasa mendatang (29/1), kampus ini menerbangkan tujuh mahasiswanya ke negeri Gajah Putih. Mereka mengikuti program internship Indonesia-Thailand kerja sama IBU dengan Lukmanul Hakeem Foundation, Yala.

Kemarin (25/1), tujuh mahasiswa yang semuanya perempuan itu dilepas Rektor IBU Dr Nurcholis Sunuyeko MSi di kampus C, Jalan Citandui. Seremoni dilakukan berbarengan dengan pembekalan kelompok peserta penelitian tindakan kelas (PTK). ”Kenapa dilakukan bersamaan karena pemberangkatan kloter pertama ke Thailand ini sebagai implementasi dari PTK,” ujarnya.

Mereka yang lolos seleksi mengikuti program magang itu, lanjut rektor yang juga Ketua Federasi Olahraga Karate-do Indonesia (Forki) Kota Malang tersebut, semuanya telah melakukan PTK. ”Para srikandi terbaik IBU ini telah teruji. Dari 41 peserta seleksi, tahap pertama ini lolos tujuh,” kata dia.

Selama di Thailand, lanjut Cholis–sapaan akrab Dr Nurcholis Sunuyeko MSi– duta-duta IBU tersebut akan mengajar di Yayasan Lukmanul Hakeem. Terutama memberikan materi tentang bahasa dan budaya. Meskipun dari segi kuantitas tidak banyak, yang penting menurutnya adalah akses kemanfaatan. ”Karena kemampuan IBU ada pada keunggulan komparatif dan kompetitif,” ujar dia. ”Dengan begitu, bagaimana caranya mahasiswa IBU memiliki kompetensi yang unggul,” sambung Cholis.

Harapan lain, lewat program magang, dia ingin para mahasiswanya tidak hanya jago kandang. Paling tidak, ajang ini menjadi wadah kompetisi antarnegara. ”Kalian adalah duta bangsa, jaga nama baik negara ini, juga nama baik IBU,” tukasnya.



Sementara itu, Khumaini Maulida, salah satu mahasiswi IBU yang akan terbang ke Thailand, menyatakan, selain seleksi, ada beberapa persiapan lain yang dilakukan. Terutama kemampuan berbahasa Melayu dan Inggris. ”Di sekolah yang kami ajar nanti, bahasa Melayu menjadi salah satu bahasa pengantar. Karena itu, harus bisa menguasai,” ujar mahasiswi semester V jurusan bahasa dan sastra Indonesia itu.  

Pewarta               : Nenny
Copy Editor         : Dwi Lindawati
Penyunting         : Ahmad Yani
Fotografer          : Nenny Fitrin