Tsamara Klaim Perwakilan Dubes Rusia Sudah Paham Maksud Pernyataannya

Tsamara Klaim Perwakilan Dubes Rusia Sudah Paham Maksud Pernyataannya

Tsamara menyebut, Presiden Rusia Vladimir Putin sebagai sosok yang tak layak diidolakan. Dalam pertemuan itu, Kedubes Rusia diwakili oleh Sekretaris Dubes Sergey Drobyshevskiy. Tsamara juga hadir dalam pertemuan itu.

Kepada Drobyshevskiy, Tsamara menegaskan bahwa pernyataanya dalam video yang beredar ia sampaikan dalam konteks menanggapi situasi politik yang sedang berlangsung di Indonesia.

“Menegaskan bahwa ini bukan PSI versus Rusia, tapi ini politik domestic. Mr Sergey juga mengerti ini memang politik domestik,” ungkap Tsamara di Kantor DPP PSI.

Tsamara mengatakan, dalam pertemuan tersebut Drobyshevskiy mengaku paham dengan situasi politik di Indonesia. Sehingga, dia dapat memahami pernyataan Tsamara.

Gadis kelahiran Jakarta 21 tahun silam ini juga membeberkan alasan kedatanan Dubes Rusia hanya diwakili sekretarisnya. Menurutnya, hal itu dikarenakan undangan dari PSI bersifat dadakan.

Di sisi lain Dubes Rusia memiliki agenda padat, sehingga berhalangan hadir. Meski demikian, PSI berencana kembali akan mengundangan Dubes Rusia guna berdiskusi tentang Indonesia di mata Rusia.

“Iya Bu Dubes masih sibuk, karena undangan ini mendadak. Nanti kami akan kirim undangan lagi. Mungkin nanti bisa beri lecture dari sisi Rusia seperti apa. Jadi, kami tertarik kalau Bu Dubes sendiri mau datang ke sini berdiskusi soal platform luar negeri PSI, bagaimana pandangan Rusia terhadap Indonesia,” lanjut Tsamara.

Selain membicarakan pernyataan Tsamara yang sempat mengundang kontoversi, pertemuan ini juga turut membahas berbagai macam perjanjian strategis Rusia-Indonesia yang akan terjalin.

“Ngomong juga soal perjanjian strategis yang akan dilaksanakan, katanya Putin akan datang bulan November nanti,” pungkas Tsamara.

Sebelumnya, Tsamara mengkritik pernyataan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon yang mengajak masyarakat agar mengidolakan Presiden Rusia Vladimir Putin. Putin yang dimaksud Fadli sendiri merupakan kepanjangan Prabowo Untuk Indonesia.

Kemudian Tsamara menyebut, ajakan tersebut tidak relevan karena beberapa alasan, di antaranya Putin sering dinilai otoriter, membungkam demokrasi dan membiarkan korupsi.


(sat/JPC)