Truk Adu Banteng, Tujuh Orang Celaka

SUMBERPUCUNG Dua truk yang terlibat kecelakaan di Jalan Raya Ngebruk, Kecamatan Sumberpucung, dini hari kemarin (12/8) rusak berat. Tabrakan adu banteng itu juga menyebabkan tiga pengendara sepeda motor ikut celaka. Tujuh korban mengalami luka parah sehingga harus menjalani perawatan intensif.

Tujuh orang yang menjadi korban dalam kecelakaan tersebut adalah  Dwi, 35; Rio, 35; dan Bambang, 40. Ketiganya warga Kecamatan Kalipare. Korban lainnya adalah Jonathan Eko, 32, asal Banyuwangi, dan Dwi Wahyu Pribadi, 40, warga Desa Pakisaji, Kecamatan Pakisaji. Pasangan suami istri (pasutri) Suparno, 57, dan Siti Fatimah, 53, warga Desa Legok, Kecamatan Kepanjen, juga menjadi korban dalam kecelakaan tersebut.

Kanitlaka Polres Malang Ipda Yoyok Supandi menjelaskan, kejadian bermula ketika truk yang dikendarai Dwi bersama Rio dan Bambang melaju dari arah barat ke timur dengan kecepatan sedang. Saat mendekati tempat kejadian perkara (TKP), muncul kendaraan jenis pikap dari arah utara menuju pertigaan.  Sopir pikap yang belum diketahui identitasnya itu tiba-tiba berbelok ke kiri menuju arah timur.

”Berusaha menghindari kecelakaan, sopir truk langsung banting setir ke kanan jalan,” terang Yoyok. Namun nahas, meskipun berhasil menghindari tabrakan dengan mobil pikap, dari arah berlawanan muncul truk Isuzu bernopol N 8289 UA yang dikemudikan Jonathan Eko. Tabrakan adu banteng pun tak bisa dihindari. Kerasnya tabrakan mengakibatkan bagian depan kedua truk ringsek.

Pada saat yang bersamaan, dua sepeda motor yang berada di belakang truk yang dikendarai Jonathan juga tak bisa menghindari kecelakaan. Sepeda motor Honda Kharisma bernopol N 6579 EK yang dikendarai Suparno yang berboncengan dengan Siti langsung menghantam bagian belakang truk.

Hal sama juga dialami Wahyu yang mengendarai sepeda motor Suzuki Shogun bernopol N 6431 DC. Bahkan, diduga Wahyu tak sempat mengerem hingga sepeda motornya langsung masuk ke bagian bawah bak truk dan baru berhenti setelah menghantam ban belakang sisi kanan truk. ”Meskipun kecelakaan yang melibatkan empat kendaraan ini memakan tujuh korban, tapi tidak ada korban jiwa dalam insiden itu,” terang Yoyok saat dikonfirmasi kemarin sore.

Menurut Yoyok, Dwi mengalami luka cukup parah di bagian kepala. Sementara itu, kedua penumpangnya, yakni Rio dan Bambang mengalami luka lecet. Sedangkan luka yang diderita Jonathan cukup serius karena mengalami patah kaki sebelah kanan dan luka parah di bagian tangan kanannya.

Tiga pengendara sepeda motor lainnya pun mengalami luka di bagian kepala dan tangan. ”Saat ini, Dwi, Rio, dan Bambang, dirawat di RS Hasta Husada Kepanjen. Kemudian, Jonathan, Suparno, dan Siti, menjalani perawatan di RSUD Kepanjen. Sementara  Wahyu menjalani perawatan di Wava Husada Kepanjen,” imbuhnya.

Dari data yang dihimpun di lokasi kejadian, diketahui truk yang dikendarai Dwi sedang mengangkut gas elpiji yang berangkat dari Donomulyo menuju Gondanglegi. Sedangkan truk yang dikendarai Jonathan mengangkut makanan ternak dari Banyuwangi dan hendak dikirim ke Blitar. Sementara Suparno melintas di lokasi kejadian karena berniat mengantar Siti istrinya ke pasar untuk berjualan gorengan.

Pewarta: Ashaq Lupito
Penyunting: Ahmad Yani
Copy Editor: Indah Setyowati
Foto: Humas Polres Malang for Radar Malang