Trofi Kedua di Depan Mata

BANJARMASIN – Arema FC di ambang gelar keduanya di Piala Presiden. Setelah kali pertama memenanginya 2017 lalu, Dedik Setiawan dan kawan-kawan melenggang mulus ke babak final Piala Presiden 2019 usai menyingkirkan ”si pembunuh raksasa”, Kalteng Putra, semalam.

Berlaga di Stadion 17 Mei Banjarmasin, Arema FC menang dengan skor meyakinkan 3-0 pada leg kedua semifinal Piala Presiden 2019. Pesta kemenangan Arema FC bahkan sudah dimulai ketika pertandingan baru berjalan sembilan menit.

Sebuah aksi Dedik Setiawan di areal kotak penalti, membuat pertahanan Kalteng Putra kocar-kacir. Clearance yang dilakukan Bobby Satria tidak sempurna sehingga membuat bola bergerak liar mendekati Dedik Setiawan. Tanpa pikir panjang, Dedik menyundul bola liar ke arah gawang yang sudah kosong.

Dedik lantas berselebrasi. Sambil berlari, Dedik membentangkan kedua tangannya. Lalu mencium logo Arema FC di bagian dada sebelah kiri jersey.


Bagi Dedik, ini menjadi gol keempatnya di Piala Presiden 2019. Dedik punya kans menyabet gelar top scorer, bersaing dengan gelandang Persebaya, Manuchekhr Dzhalilov yang sudah mencetak lima gol.

Tak butuh waktu lama bagi Arema FC untuk mencetak gol kedua. Pada menit ke-19, giliran bek kiri Johan Ahmad Alfarizie yang mencatatkan namanya di papan skor.

Bek bernomor punggung 87, mencetak gol usai memanfaatkan assist Arthur Cunha yang menyambut umpan tendangan bebas Makan Konate.

Pada menit ke-39, Arema FC mencetak gol ketiganya pada laga ini. Lagi-lagi lewat aksi pemain asal Papua, Ricky Kayame. Eks pemain Persebaya ini mencetak gol dari sudut sempit yang salah diantisipasi kiper Kalteng Putra.

Ini menjadi gol keempat Ricky Kayame di Piala Presiden. Sama seperti Dedik, Kayame juga punya kans menyabet gelar top scorer.

Pada babak kedua, Arema FC sejatinya berusaha untuk menambah skor. Ada sejumlah peluang yang diperoleh pemain Arema FC.

Pun demikian dengan tim tuan rumah yang berupaya mengejar ketertinggalan. Namun hingga pertandingan berakhir, tak ada gol tambahan yang tercipta.

Bagi Arema FC, skor 3-0 sejatinya sudah melampaui ekspektasi. Sebab, dengan modal kemenangan 3-0 pada leg pertama di Stadion Kanjuruhan, Selasa malam (2/4), Arema FC tak wajib menang pada leg kedua. Kalah 0-2 sekalipun tetap membuat Arema FC melenggang ke partai final.

Tapi, Arema FC tetap memburu kemenangan. Mereka ingin memberi suguhan menarik pada Aremania. Terutama kepada ribuan Aremania yang hadir di Stadion 17 Mei Banjarmasin.

Sesuai laga, penggawa Arema FC berjalan mendekati sisi tribun stadion yang dipenuhi Aremania. Pelatih Arema FC Milomir Seslija juga tak mau kalah.

Seperti biasa, Milo mendekati tribun penonton. Dia lantas memimpin Viking clap, yang diakhiri teriakan ”Arema!”.

Euforia juga terlihat dalam perjalanan pulang dari stadion menuju hotel tempat tim menginap. Asisten pelatih Arema FC memutar musik disko dengan keras.

Pelatih Arema FC Milomir Seslija menyatakan bahwa inilah kualitas Arema FC yang sebenarnya. Di mana Arema FC mampu memperagakan permainan menyerang, tapi solid dalam bertahan. ”Tiga laga (sejak babak delapan besar), kami mampu mencetak 10 gol,” kata dia. Dalam tiga laga itu, Arema FC juga selalu clean sheet (tidak kebobolan).

Tapi, perjalanan Arema FC belum berakhir. Masih ada partai final yang harus mereka hadapi.

Di final, Arema FC bakal menghadapi pemenang laga semifinal lainnya, antara Persebaya vs Madura United. Artinya, siapa pun yang lolos, derby Jawa Timur sudah pasti terwujud di babak final Piala Presiden. ”Siapa pun kami siap. Dua-duanya berkualitas,” ujarnya.

Sementara itu, kiper Arema FC Kurniawan Kartika Ajie yang selalu bermain dalam tiga laga terakhir menyatakan bahwa timnya punya kans bagus memenangi Piala Presiden 2019. ”Tidak ada alasan untuk tidak juara. Ini untuk Aremania,” tegasnya.

Terpisah, pelatih Kalteng Putra Gomes de Olivera mengakui bahwa timnya tidak tampil bagus. ”Selamat untuk Arema karena Arema punya satu grup (tim) yang baik. Untuk memenangkan suatu turnamen atau kompetisi membutuhkan grup yang kuat,” kata pelatih berkewarganegaraan Brasil ini.

Hal senada disampaikan Yu Hyun Koo. Menurut dia, fisik menjadi alasan timnya kalah dari Arema FC. ”Banyak pemain drop karena bermain setiap tiga hari sekali,” kata pemain berkewarganegaraan Korea Selatan ini.

Sebagai informasi tambahan, babak final Piala Presiden menggunakan format home-away. Artinya, akan ada dua laga di final turnamen ini.

Leg pertama bakal digelar 9 April. Sementara leg kedua 12 April. Belum diketahui, apakah Arema FC akan memainkan laga di kandang lebih dulu, atau tandang lebih dulu.

Kepastian final masih menunggu hasil laga leg kedua Madura United vs Persebaya di Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Sumenep, hari ini.

Jadi, Anda pilih mana, Arema FC vs Persebaya, atau Arema FC vs Madura United?

Pewarta               : Aris Dwi Kuncoro
Copy Editor         : Dwi Lindawati
Penyunting         : Indra Mufarendra
Fotografer          : Aris Dwi Kuncoro