Tren Tas Pinggang Menjamur di We The Fest 2019

JawaPos.com – Bukan rahasia lagi bahwa busana era 90-an sedang kembali menjadi tren. Salah satunya adalah tren tas pinggang atau sering disebut dengan waist bag atau belt bag. Tren ini juga tampak dikenakan para milenial di festival musik We The Fest 2019 di JiExpo Kemayoran, Jakarta, Jumat (19/7).

Pantauan JawaPos.com, para remaja yang memadati hari pertama We The Fest 2019 terlihat berlomba-lomba menyuguhkan penampilan terbaik mereka, baik untuk mengekspresikan diri maupun untuk kebutuhan dokumentasi di media sosial. Rata-rata, tas pinggang melengkapi penampilan mereka.

Abril adalah salah satunya. Dia sengaja memilih tas pinggang dan dipasangkan dengan busana Hawaii agar tampak kekinian.

“Tas pinggang lucu sih, lebih simple dan praktis. Cocok kalau dipadukan dengan busana santai,” kata Abril mereka kepada JawaPos.com.

Gaya serupa pun juga tampak digunakan oleh para pengunjung yang berasal dari Singapura. Mereka kompak mengenakan tas pinggang dengan gaya santainya.

Dilansir dari Forbes, disebutkan bahwa tas pinggang membuat penggunanya tampak lebih trendi dan sporty. Dalam waktu singkat, tas ikat pinggang ini menjadi tren dan menggantikan tote bag. Tak hanya pantas dipadukan dengan denim, tas pinggang jug cocok melengkapi blazer, bahkan dress.

Disebutkan dalam laman Elle, rumah mode Fendi dan Dior juga tak mau ketinggalan meluncurkan koleksi tas pinggang. Musim semi dan musim panas akan semakin berwarna dengan tas pinggang yang multifungsi.

“Tas pinggang menawarkan fungsi dan kenyamanan, dan tas pinggang adalah yang terbaik, “kata Direktur Pembelian Global Net-A-Porter, Elizabeth von der Goltz.

Hal senada diungkapkan pengamat mode Lisa Aiken. Pada dasarnya, tas pinggang memberikan tampilan gaya streetstyle yang keren. Tas pinggang juga menawarkan kepraktisan yang apik.

“Tas serba guna yang menawarkan kenyamanan dan gaya,” tutupnya.

Editor : Banu Adikara

Reporter : Marieska Harya Virdhani