Tremor Semeru Meningkat Sinergi Jawa Pos

Status gunung tertinggi di pulau Jawa itu memang masih aman dan tidak ada perubahan. Masih Waspada Level II. Namun, jika menilik pada aktivitas kegempaannya ada yang mengkhawatirkan.

Dari sumber Pos pantau Gunugn Sawur yang didapat dari BPBD Lumajang, diketahui jika gempa tremor mencapai belasan kali dalam dua hari terakhir. Padahal biasanya tak sampai 5 kali (selengkapnya lihat grafis).  Gempa tremor adalah gempa yang bisa mengindikasikan adanya peningkatan aktivitas vulkanik di gunung api. Gempa tremor  bisa diprediksi gunung api akan ada peningkatan status. Seperti yang dialami Gunung Agung, Bali, yang meletus ditandai dengan gempa tremor. Namun begitu, Gunung Semeru memiliki karakter yang berbeda dengan gunung api lainnya

Jika dibandingkan sebulan lalu, peningkatan gempa tremor begitu mencolok. Sebab, pada 11 November lalu tidak ada satupun gempa tremor. Pada bulan Oktober memang ada, tapi rata-rata dibawah 5 kali. Seperti 31 november yang cuma 3 kali sesuai data BPBD.

Catatan Jawa Pos Radar Semeru, pernah juga gempa tremor diatas angka belasan. Yakni pada tahun 2014 lalu yang saat itu statusnya sudah meningkat menjadi Siaga. “Tapi sementara ini aman, normal seperti biasa. Tapi tetap harus diwaspadai,” ungkap Wawan Siswo Hadi Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Lumajang.

Selain gempa tremor yang pada 5 Desember mencatat 10 kali, dan 4 Desember mencatat 11 kali, getaran banjir lahar hujan juga ditemukan muncul. Yakni pada dua hari terakhir. Gunung dengan ketinggian 3.676 meter diatas permukaan laut (mdpl) itu mencatat dua kali getaran banjir. Dengan durasi 1.200 detik pada 5 Desember dan 8.700 detik sehari sebelumnya.

Kendati demikian, Wawan menegaskan sampai kemarin tidak ada perubahan mendasar terkait langkah-langkah antisipasi. Hanya, dengan status waspada, disarankan pendakian hanya sampai Kalimati. Untuk masyarakat disarankan tidak melakukan aktivitas pada 4 kilometer dari puncak. “Dikawatirkan awan panas sewaktu-waktu terjadi,” jelasnya. Selain itu, warga diminta berhati-hati dengan potensi lahar dingin. 

(jr/fid/ras/das/JPR)