Transportasi Online Bersikukuh Sudah Legal

MALANG KOTA – Sekretaris Jenderal Forum Komunikasi Taksi Online Malang Attabik Zuhni yang akrab dipanggil Abik kaget dengan rencana demo oleh pihak transportasi konvensional. Dia menghitung, aksi demo oleh angkot dan taksi konvesional sudah terjadi empat kali.

”Saya kaget, ini malah memperburuk citra dari transportasi konvesional di mata masyarakat,” kata Abik, siang kemarin.

Selama ini, transportasi online mengedepankan pelayanan, driver-nya pun sudah terdaftar di aplikasi online, lalu juga didukung memiliki kendaraan dan SIM A. Menurut dia, hal-hal tersebut sudah legal untuk beroperasi. Namun, pemahaman dari transportasi konvensional masih bersikukuh bahwa transportasi itu harus memiliki uji kir atau pengujian kendaraan yang layak jalan, hingga izin lainnya.

”Kami tidak ingin bermain menang atau kalah. Namun, lebih mengutamakan pelayanan kepada penumpang,” kata dia.

Menyikapi rencana aksi demo, pihaknya belum mengimbau anggota untuk tidak beroperasi. Pihaknya masih melihat situasi. Jika memanas dan mengancam keselamatan, maka transportasi online akan berhenti beroperasi untuk sementara waktu.



”Kalau perlu, kami membantu penumpang yang telantar,” kata pria yang juga bekerja di Grab Car ini.

Dia pun justru mengancam akan menggugat pemerintah jika melarang transportasi online beroperasi. Ini karena Pemkot Malang tidak boleh membuat aturan sendiri. Sebab, aturan transportasi online itu berlandaskan aturan pemerintah pusat.

”Kami awasi, pemerintah daerah harus taat dengan peraturan dari pusat,” tandasnya.

Pewarta: Aris Syaiful
Penyunting: Abdul Muntholib
Copy Editor: Indah Setyowati
Foto: Bayu Eka